Kepala Sekolah SMP Diminta Selektif Menentukan Siswa Peserta Program ADEM

  • 13 Mar 2026 16:27 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boven Digoel, Musa Wandengge, mengharapkan para kepala sekolah tingkat SMP lebih jeli dalam menentukan siswa yang akan mengikuti seleksi Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).

Program ADEM merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, serta kepastian memperoleh layanan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat usia sekolah menengah. Program ini ditujukan bagi siswa yang menghadapi hambatan geografis maupun ekonomi, khususnya di wilayah Papua, daerah khusus, dan repatriasi.

Musa Wandengge mengatakan, kepala sekolah tidak hanya menilai kemampuan akademik siswa, tetapi juga memperhatikan perilaku, etika, dan kedisiplinan siswa yang akan mengikuti seleksi program tersebut.

Menurutnya, siswa yang melanjutkan pendidikan dari sekolah dasar ke jenjang SMP, bahkan yang akan melanjutkan sekolah di luar daerah, memiliki karakter yang berbeda sehingga perlu dinilai secara menyeluruh.

“Perkembangan zaman membuat pola pikir anak-anak sekarang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka sudah terbiasa dengan teknologi digital dan internet, sehingga pembinaan karakter juga harus menjadi perhatian,” ujar Musa, Jumat,13 Maret 2026

Ia menjelaskan, selama ini masih ditemukan siswa yang melanjutkan pendidikan di luar Papua namun melakukan pelanggaran. Padahal seluruh biaya pendidikan yang diberikan pemerintah seharusnya dimanfaatkan secara baik untuk mendukung proses belajar.

Selain itu, Musa juga menegaskan agar sekolah memprioritaskan siswa Orang Asli Papua (OAP) dalam pendataan peserta program ADEM, karena program tersebut memang diperuntukkan bagi siswa OAP.

“Jangan sampai yang didaftarkan justru siswa non-Papua. Program ini merupakan peluang bagi anak-anak OAP untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Ia juga menyarankan agar sekolah yang proses belajar mengajarnya belum berjalan efektif tidak terburu-buru mendaftarkan siswa dalam program tersebut. Seleksi harus dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan kemampuan intelektual dan perilaku siswa. Pasalnya, siswa yang lolos program ADEM akan melanjutkan pendidikan di luar Papua, khususnya di sejumlah sekolah di Pulau Jawa.

Musa berharap sebelum data siswa dikirimkan, pihak sekolah terlebih dahulu memberikan pembinaan dan arahan kepada para siswa, serta memanggil orang tua untuk memberikan pemahaman.

“Anak-anak yang dikirim melalui program ADEM membawa nama baik Kabupaten Boven Digoel, sehingga perlu dipersiapkan secara matang,” kata Musa

Rekomendasi Berita