Perkuat Pengawasan Obat, UPT BPOM Bone Diresmikan
- 07 Mar 2026 07:37 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan langsung pengukuhan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dipusatkan di Kabupaten Bone, Jumat, 6 Maret 2026. Peresmian yang berlangsung di Jalan Wahidin Sudirohusodo ini menandai babak baru pengawasan produk pangan dan obat di wilayah tersebut.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kehadiran UPT BPOM ini. Menurutnya, keberadaan kantor ini sangat krusial untuk memantau izin edar produk, mulai dari industri rumah tangga, obat tradisional, hingga pengawasan peredaran obat-obatan.
"Kami ingin ada jalinan sinergitas internal dalam pengawasan. Kita tidak ingin ada bahan pangan yang terkontaminasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Andi Asman dalam sambutannya.
Demi memaksimalkan kinerja BPOM di Bone, Bupati mendorong adanya fasilitas pendukung yang mumpuni, terutama laboratorium (Lab) pengujian. Fasilitas ini dinilai penting agar hasil pengawasan lebih pasti, resmi, dan mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat. Selain infrastruktur, Andi Asman juga memberikan catatan khusus terkait aspek sosial ekonomi bagi warga sekitar.
"Untuk perekrutan tenaga kerja di kantor ini, kami meminta agar mengutamakan warga asli Bone," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi tinggi atas berdirinya kantor BPOM di Bone. Ia menekankan bahwa kehadiran laboratorium merupakan kunci untuk memastikan keamanan suatu produk secara cepat. Gubernur juga menyoroti pentingnya regulasi ketat dan pelibatan aparat penegak hukum dalam pengawasan di lapangan seperti Regulasi, Penegakan Hukum, Dukungan UMKM
"Banyak produk yang masuk ke wilayah kita. Kehadiran BPOM ini diharapkan menjadi perlindungan bagi masyarakat melalui pengawasan dan regulasi yang kuat, demi keselamatan kita semua," tutup Andi Sudirman.
Sementara itu, Kepala Bpom RI, Prof. dr. Taruna Ikrar menjelaskan bahwa Kabupaten Bone dililih sebaga pusat pengukuhan UPT Bpom Tahun 2026, karena memiliki kesiapan Fasilitas dan dukungan pemerintah Daerah. Adapun jadwal operasionalnya dimulai 1 April mendatang.
"Di Bone ini paling siap, baik dari sisi bangunan, fasilitas maupun hubungan dan dukungan dari pemerintah daerah. Kami mengapresiasi dukungan luar biasa dari Pemda Bone terhadap kegiatan ini, dan Bone menjangkau wilayah BOSOWASI" ujarnya.
Dengan hadirnya Loka POM di Kabupaten Bone diharapkan pengawasan obat dan makanan semakin kuat sekaligus memberikan kemudahan layanan bagi pelaku usaha dan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat.