BMKG Tegaskan Akun Telegram InaEEWS Palsu, Sistem Resmi Masih Tahap Uji Coba
- 28 Feb 2026 00:03 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan akun Telegram yang mengatasnamakan Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) adalah palsu dan ilegal. BMKG memastikan sistem peringatan dini gempa tersebut hingga saat ini masih dalam tahap uji coba dan belum diluncurkan secara resmi kepada publik.
Dikutip dari laman resmi bmkg.go.id, pada Jumat, 27 Februari 2026, akun atau kanal Telegram yang menggunakan nama InaEEWS diketahui menyebarkan informasi peringatan dini gempa tanpa otorisasi. BMKG menegaskan kanal tersebut bukan merupakan sumber resmi dan tidak berada di bawah pengelolaan lembaga.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa sistem InaEEWS masih dalam proses pengembangan dan uji coba terbatas. Karena itu, setiap informasi yang beredar melalui kanal tidak resmi berpotensi menyesatkan masyarakat.
“Sistem InaEEWS milik BMKG masih tahap uji coba dan belum diumumkan secara luas. Kami mengimbau masyarakat tidak mempercayai akun Telegram yang mengatasnamakan sistem tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sementara itu, Plt. Direktur Seismologi Teknik BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan penyalahgunaan nama dan atribut BMKG dapat menimbulkan kebingungan bahkan kepanikan jika informasi yang disampaikan tidak akurat.
BMKG menegaskan informasi resmi terkait gempa bumi dan peringatan dini hanya disampaikan melalui kanal resmi, seperti situs web bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial terverifikasi milik BMKG.
Lembaga tersebut juga memastikan tidak bekerja sama dengan pihak mana pun dalam penyebaran informasi peringatan dini gempa melalui Telegram tidak resmi. Masyarakat diimbau selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan keresahan.