Prediksi Tibanya Hari Raya Idul Fitri 1447 H Versi Pemerintah dan Muhamadiyah

  • 09 Mar 2026 07:20 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Di Indonesia, penentuan awal bulan Syawal atau kapan tibanya hari raya idul fitri, umumnya mengacu pada dua metode, yakni perhitungan hisab yang digunakan oleh Muhammadiyah serta metode rukyatul hilal yang menjadi dasar penetapan pemerintah melalui sidang isbat. Oleh karena itu, penentuan Hari Raya Idul Fitri terkadang memiliki perbedaan perkiraan sebelum keputusan resmi diumumkan kepada masyarakat.

Mengutip dari berbagai sumber, hingga saat ini, pemerintah belum menetapkan secara pasti kapan Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah akan dirayakan. Kepastian mengenai penetapan hari raya tersebut akan diumumkan melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan.

Sidang isbat merupakan forum resmi yang diselenggarakan pemerintah untuk menentukan awal bulan Hijriah, termasuk bulan Syawal. Dalam sidang tersebut, pemerintah menggabungkan hasil perhitungan hisab dengan pemantauan hilal di sejumlah wilayah di Indonesia.

Untuk Memprediksi kapan tibanya Hari raya Idul Fitri, 1 syawal 1447 H, masyarakat sudah dapat melihat perkiraan tanggal Idul Fitri melalui Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI. Berdasarkan kalender tersebut, Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Karena itu, masyarakat biasanya diminta untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait penetapan 1 Syawal. Langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi kesimpang siuran informasi mengenai waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, organisasi Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menentukan Hari Raya Idul Fitri berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan tersebut tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang penetapan hasil hisab untuk bulan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah tahun 1447 Hijriah.

Dalam maklumat tersebut disebutkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan Jumat Legi, 20 Maret 2026. Muhammadiyah juga menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yaitu sistem kalender Islam yang dirancang agar satu hari memiliki satu tanggal yang sama di seluruh dunia sehingga penanggalan Hijriah dapat disusun secara lebih teratur dan mudah diprediksi.

Rekomendasi Berita