"Stecu" Bahasa Daerah Maluku dan Papua Yang Viral

  • 16 Apr 2025 10:33 WIB
  •  Bintuhan

KBRN, Bintuhan : Belakangan ini, lagu berjudul "Stecu Stecu" yang dinyanyikan oleh Faris Adam viral di berbagai platform media sosial, terutama selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran 2025. Lagu ini bahkan telah ditonton lebih dari 8,8 juta kali di YouTube sejak dirilis pada 5 Maret 2025.

Salah satu daya tarik dari lagu ini adalah penggunaan bahasa daerah Indonesia Timur, terutama kosakata yang sering dipakai di wilayah Maluku dan Papua. Kata "Stecu" sendiri merupakan singkatan dari "setelan cuek", yang menggambarkan sikap acuh tak acuh atau masa bodoh—dalam istilah gaul, bersikap “cool” atau “santai”.

Dalam liriknya, lagu ini menggambarkan dinamika PDKT (pendekatan) dalam hubungan romantis, di mana salah satu pihak menyembunyikan perasaan dan bersikap “stecu” untuk menguji keseriusan lawan jenisnya. Fenomena ini sangat relevan dengan pengalaman cinta para remaja dan anak muda, sehingga mudah diterima dan viral di kalangan pengguna media sosial.

Secara linguistik, kata “cuek” sendiri berasal dari bahasa prokem, yakni bahasa gaul atau sandi yang berkembang di kalangan muda sejak era 1990-an. Kata-kata prokem seperti cuek, bokap, nyokap, doi, dan doku dulunya bersifat tidak baku, namun kini sebagian besar sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan digunakan secara luas dalam percakapan sehari-hari.

Rekomendasi Berita