Angkutan Damri Gratis untuk Siswa di Biak, ambah Trayek Yendidori-Samber

  • 27 Feb 2026 04:57 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd, mengungkapkan bahwa kerjasama dengan Damri untuk angkutan siswa gratis memasuki tahun kedua pada 2026, dengan adanya beberapa peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2025, trayek layanan hanya mencakup wilayah Biak Utara, Biak Barat, Biak Timur, dan Numfor. Tahun ini, trayek ditambah ke wilayah selatan, mulai dari Yendidori hingga Samber. Base operasional baru berada di SMA Negeri Samber, dengan layanan yang menjangkau hingga SMP Negeri 2 Yendidori. Peningkatan trayek ini otomatis meningkatkan jumlah armada dan anggaran yang dialokasikan.

"Kami mengalokasikan anggaran sekitar 1,7 miliar rupiah bersumber dari dana OTSUS untuk kerjasama ini," ujar Kadis Dikdaya, Kamis 26 Februari 2026.

Untuk wilayah Numfor, saat ini tersedia dua unit bus. Pemerintah daerah berencana untuk melakukan pembicaraan kembali dengan Damri untuk menambah armada, mengingat luasnya wilayah Numfor dan penyebaran sekolah yang cukup merata. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan armada Damri, terutama karena saat ini juga Pemkab Biak Numfor juga sedang menjalin kerja sama Dinas Pertanian untuk angkutan tani.

"Mudah-mudahan Damri bisa segera menyesuaikan dengan kebutuhan ini. Tahun lalu Pak Bupati juga sudah langsung bertemu dengan manajemen pusat Damri, sehingga diharapkan ini menjadi perhatian," Ungkapnya.

Kamaruddin menambahkan, selain kerjasama dengan Damri, di wilayah Pulau Bromsi Distrik Aimando yang saat ini sudah memiliki jalan aspal penghubung dua kampung, Pemerintah Kabupaten telah menyerahkan satu unit kendaraan roda empat yang digunakan oleh pemerintah kampung untuk mengangkut siswa SMP pulang-pergi, mengingat sekolah SD berada di kampung terpencil sedangkan SMP berada di pusat distrik.

Layanan angkutan ini fokus pada jenjang SMP dan SMA, terutama SMA. "Di Biak, makin tinggi jenjang pendidikan makin jauh jaraknya. SD rata-rata ada di setiap kampung, bahkan satu kampung bisa memiliki dua atau tiga SD. SMP biasanya satu distrik memiliki tiga hingga empat unit, sedangkan SMA rata-rata satu per distrik," jelas Kamaruddin. Dengan demikian, hampir semua sekolah di jenjang target telah terlayani.

Rekomendasi Berita