6 Maret 1987: Kapal Feri Herald of Free Enterprise Terbalik di Zeebrugge

  • 06 Mar 2026 09:37 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak- Pada 6 Maret 1987, sebuah tragedi maritim besar terjadi di perairan dekat pelabuhan Zeebrugge, Belgia. Kapal feri penumpang MS Herald of Free Enterprise terbalik hanya beberapa menit setelah meninggalkan pelabuhan dalam perjalanan menuju Dover. Dalam waktu sekitar 90 detik, kapal tersebut kehilangan keseimbangan dan terguling di perairan dangkal, menewaskan ratusan orang. Herald of Free Enterprise merupakan kapal feri jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) yang memungkinkan kendaraan seperti mobil dan truk masuk langsung ke dek kapal melalui pintu besar di bagian depan. Kapal ini dioperasikan oleh perusahaan feri Inggris Townsend Thoresen, yang secara rutin melayani rute penyeberangan Selat Inggris antara Belgia dan Inggris. Demikian mengutip laman liputan6.com.

Menurut laporan arsip BBC News, kapal tersebut berangkat dari Zeebrugge sekitar pukul 18.05 waktu setempat dengan membawa sekitar 459 penumpang dan 80 awak kapal, serta puluhan kendaraan. Penyeberangan menuju Dover biasanya berlangsung beberapa jam dan merupakan rute yang sangat sibuk bagi kapal feri. Namun, beberapa menit setelah kapal meninggalkan pelabuhan dan mulai menambah kecepatan, kapal tiba-tiba miring tajam ke sisi kiri. Dalam waktu sangat singkat—sekitar satu setengah menit—kapal tersebut akhirnya terbalik di perairan dangkal tidak jauh dari pelabuhan. Menurut laporan arsip The New York Times, banyak penumpang terjebak di dalam kapal ketika kapal terguling, sementara yang berhasil keluar harus bertahan di air laut yang sangat dingin sampai bantuan tiba.

Tim penyelamat dari Belgia dan Inggris segera dikerahkan. Kapal-kapal di sekitar pelabuhan, helikopter, serta petugas darurat ikut dalam operasi penyelamatan besar. Meskipun ratusan orang berhasil diselamatkan, 193 penumpang dan awak kapal tewas, sebagian besar karena tenggelam atau hipotermia. Penyelidikan resmi kemudian dilakukan oleh Marine Accident Investigation Branch (MAIB), lembaga investigasi kecelakaan maritim milik pemerintah Inggris. Menurut laporan investigasi MAIB, penyebab utama kecelakaan adalah pintu haluan kapal yang masih terbuka ketika kapal meninggalkan pelabuhan. Ketika kapal mulai melaju dengan kecepatan tinggi, air laut langsung masuk ke dek kendaraan yang luas sehingga kapal dengan cepat kehilangan stabilitas.

Seperti dijelaskan dalam laporan keselamatan maritim yang dipublikasikan oleh Safety4Sea, air yang masuk ke dek kendaraan menciptakan fenomena yang dikenal sebagai free surface effect, yaitu kondisi ketika air bergerak bebas di dalam ruang kapal sehingga keseimbangan kapal terganggu dan kapal dapat terguling dalam waktu singkat. Investigasi juga menemukan bahwa awak kapal yang bertugas menutup pintu haluan tidak menutupnya sebelum keberangkatan, serta tidak ada sistem indikator di ruang kemudi yang menunjukkan apakah pintu tersebut sudah tertutup. Menurut analisis keselamatan dari UK P&I Club, tragedi ini juga mencerminkan lemahnya budaya keselamatan dalam manajemen operasi kapal saat itu.

Rekomendasi Berita