Lonjakan Permohonan Suaka, Inggris Stop Terbitkan Visa Pelajar

  • 05 Mar 2026 16:13 WIB
  •  Biak

RRI.COID, Biak - Kementerian Dalam Negeri Inggris menyatakan "rem darurat" pada Selasa (3/3/2026) karena warga dari empat negara tersebut menggunakan visa untuk masuk sebagai pelajar dan kemudian mencari suaka. Inggris akan menangguhkan pula visa kerja terampil bagi warga negara Afghanistan. Inggris menghentikan penerbitan visa pelajar dari negara Afghanistan, Kamerun, Myanmar, dan Sudan.

"'Rem darurat' pada visa telah diberlakukan untuk pertama kalinya pada warga negara dari empat negara menyusul lonjakan klaim suaka melalui jalur legal," kata Kementerian Dalam Negeri Inggris, dikutip dari DW, Kamis (5/3/2026). Dikutip laman kompas.com.

Kementerian tersebut menuturkan bahwa sejak tahun 2021 hampir 135.000 orang masuk ke Inggris secara legal dengan visa kemudian mengajukan klaim suaka. Pada 2025 mereka telah mengurangi pemberian suaka pelajar sebesar 20 persen. Akan tetapi perlu mengambil tindakan lebih lanjut karena pendatang dengan visa pelajar masih mencakup 13 persen dari klaim suaka dalam sistem. Jumlah permohonan suaka oleh mahasiswa dari Afghanistan, Kamerun, Sudan, dan Myanmar meroket lebih dari 470 persen antara tahun 2021 sampai 2025. Pada 2025 mereka telah mengurangi pemberian suaka pelajar sebesar 20 persen. Akan tetapi perlu mengambil tindakan lebih lanjut karena pendatang dengan visa pelajar masih mencakup 13 persen dari klaim suaka dalam sistem. Jumlah permohonan suaka oleh mahasiswa dari Afghanistan, Kamerun, Sudan, dan Myanmar meroket lebih dari 470 persen antara tahun 2021 sampai 2025.

Inggris mengumumkan penyetopan visa untuk empat negara itu sehari setelah aturan suaka yang diperketat berlaku. Kementerian Dalam Negeri Inggris akan meninjau status pengungsi untuk orang dewasa dan anak-anak yang ikut setiap 30 bulan. Para pengungsi yang negaranya dianggap aman diharapkan untuk kembali ke kampung halaman. Peraturan sebelumnya mengizinkan status pengungsi selama lima tahun dan dapat mengajukan permohonan izin tinggal permanen serta memulai proses menuju kewarganegaraan. Sedangkan anak-anak tanpa pendamping akan terus menerima izin selama lima tahun. Kini kebijakan jangka panjang untuk kelompok ini sedang dipertimbangkan. Para pencari suaka yang sudah berada di Inggris akan terus dipantau berdasarkan aturan sebelumnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita