Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Implementasi MBG dan Edukasi Gizi

  • 20 Feb 2026 13:25 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Yayasan Jenewa Madani Indonesia dan UNICEF Indonesia, berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Biak Numfor, menggelar kegiatan peningkatan kapasitas implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan edukasi gizi di satuan pendidikan. Pelatihan ini diadakan bagi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) tingkat Kabupaten, bertempat di Resto 99 Biak pada Jumat, 20 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Tim Pembina UKS/M di Kabupaten Biak Numfor dalam mendukung pelaksanaan Program MBG di satuan pendidikan, khususnya terkait implementasi MBG dan edukasi gizi.

Nutrition Manager Jenewa Institute, Shafa Syahrani, S.Gz, menjelaskan program ini merupakan salah satu inisiatif yang didukung oleh pemerintah Jepang. Program ini, yang disingkat "Papua Genius", berfokus pada penguatan MBG untuk kesehatan anak di Papua melalui MBG dan integrasi dengan sistem yang ada.

"Jepang mendukung sebuah program di mana kita akan bersama-sama mendukung implementasi MBG yang ada di Kabupaten Biak Numfor melalui UNICEF dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia sebagai implementing partner," ujarnya.

Peran Pembina UKS/M sangat krusial dalam implementasi MBG. Oleh karena itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk membentuk tim fasilitator yang nantinya akan banyak dilibatkan dalam program ini.

Syafa menjelaskan, Program Papua Genius ini menargetkan 7.500 siswa di 48 sekolah intervensi, yang akan didampingi dalam aspek kantin sehat, pelaksanaan Trias UKS, dan pembentukan "kapten bergizi" di sekolah dan Biak Numfor menjadi pilot project atau percontohan di Indonesia.

“Keberhasilan program ini diharapkan dapat dicontoh oleh kabupaten/kota lain. Pelatihan ini mencakup 12 modul yang akan dilatihkan dan di-roleplay oleh peserta,”ucapnya.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin S.Pd, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk menciptakan generasi muda yang berdaya saing.

"Dalam visi Bupati dan Wabup Biak Numfor yaitu bisa menciptakan masyarakat yang mandiri, inklusif, berdaya saing, dan Bupati menggarisbawahi secara eksplisit bahwa itu hanya bisa dicapai dengan masyarakat yang sehat dan cerdas," jelas Kamaruddin.

Ia berharap, kegiatan ini bukan hanya untuk mensukseskan program nasional MBG, tetapi juga untuk meningkatkan derajat kesehatan anak-anak di sekolah. Sehingga keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, bahkan bantuan dari lembaga di luar pemerintahan.

“Oleh karena itu, Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi tinggi kepada UNICEF, pemerintah Jepang, dan Jenewa Madani Indonesia atas kemitraan dan dukungan dalam peningkatan kapasitas ini,”ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Kamaruddin berpesan kepada para peserta untuk benar benar emahami modul-modul yang telah disusun berdasarkan standar operasional. Menjadikan momen MBG sebagai edukasi gizi bagi anak didik, agar mereka tidak hanya makan tetapi juga paham apa yang mereka makan dan tujuannya, serta Mengoptimalkan fungsi Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, lingkungan sekolah sehat, dan pelayanan kesehatan sebagai penggerak utama MBG.

"Setelah mengikuti pelatihan ini, saya berharap Bapak dan Ibu mampu menjadi ujung tombak dalam memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi," ungkapnya,

Fasilitator dalam kegiatan ini berasal dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua, Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, dan Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Biak Numfor. Total peserta pelatihan berjumlah 25 orang, yang terdiri dari perwakilan Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Bidang Pembinaan PAUD & Pendidikan Non-Formal, Dinas Lingkungan Hidup, Kementerian Agama, serta Puskesmas Biak Kota, Puskesmas Sumberker, dan Puskesmas Ridge.

Rekomendasi Berita