Antisipasi Kebencanaan, Pemprov Bengkulu Siagakan Alat Berat di Titik Rawan

  • 13 Mar 2026 08:11 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat koordinasi lintas sektoral untuk mengantisipasi potensi bencana alam seperti tanah longsor dan pohon tumbang selama masa mudik Lebaran 1447 Hijriah. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda beberapa waktu lalu.

Kesiapsiagaan difokuskan pada titik-titik rawan kecelakaan dan bencana, terutama di kawasan pegunungan yang menjadi jalur utama arus lalu lintas. Setiap sektor terkait kini telah diinstruksikan untuk memiliki tanggung jawab penuh dalam memantau wilayah yang berisiko tinggi terjadi gangguan alam.

Posko pengamanan terpadu akan didirikan di sejumlah lokasi strategis, salah satunya di kawasan Liku 9 (jalur lintas timur) yang melibatkan Balai Jalan Nasional serta Polres Bengkulu Tengah. Posko tersebut tidak hanya diisi oleh personel gabungan, tetapi juga dilengkapi dengan peralatan evakuasi dan tim gerak cepat yang siap siaga.

“Semua kita minta disiagakan. Nanti ada posko pengamanan terpadu di lokasi rawan seperti Liku 9 yang dilengkapi personel dan peralatan untuk penanganan segera,” ujar Herwan.

Selain jalur darat, pengamanan khusus juga diberlakukan di objek wisata seperti Pantai Panjang, Kota Bengkulu guna mencegah insiden wisatawan tenggelam. Pemantauan terpadu ini telah terbukti efektif dalam tiga tahun terakhir dalam menekan angka kecelakaan di kawasan pesisir tersebut.

Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan alat berat sudah diposisikan di lokasi rawan bencana agar proses pembersihan material longsor dapat dilakukan lebih cepat. Penempatan alat di lokasi terdekat bertujuan agar penanganan tidak terkendala waktu tempuh yang lama jika harus dikirim dari pusat kota.

“Seyogianya alat beratnya sudah ada di wilayah titik rawan, misalnya di gunung, sehingga ketika terjadi tanah longsor tidak perlu lagi membawa alat dari Kota Bengkulu,” tutur Herwan.

Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan masyarakat selama merayakan hari raya. Seluruh personel di lapangan diminta untuk terus memperbarui data informasi cuaca guna memitigasi risiko bencana secara dini di setiap objek wisata.

“Tujuannya bagaimana kita sinergi secara bersama-sama untuk melakukan pemantauan. Tidak hanya pengamanan kawasan rawan juga terhadap objek-objek wisata baik di provinsi maupun kabupaten,” kata Herwan.

Rekomendasi Berita