Program SPHP Jagung Pakan Stabilkan Harga Telur dan Daging Ayam
- 27 Feb 2026 10:04 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Jakarta – Program baik pemerintah bagi produsen pangan dipastikan berlanjut tahun ini. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan menopang stabilitas harga telur dan daging ayam ras.
Penyaluran jagung pakan di bawah harga pasar membantu peternak unggas. Kebijakan ini meredam fluktuasi harga jagung di tingkat peternak.
Dari Siaran Pers Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada 26 Februari 2026, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memastikan pendataan penerima. Penyaluran ditargetkan mulai Maret setelah sinkronisasi data selesai.
Pendataan mencakup rincian peternak calon penerima SPHP 2026. Verifikasi dilakukan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Tanaman Pangan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp678 miliar untuk program 2026. Target penyaluran mencapai 242 ribu ton jagung pakan.
Target itu meningkat 372,6 persen dibanding realisasi 2025. Tahun lalu, penyaluran mencapai 51,2 ribu ton kepada 3.578 peternak.
Bapanas meminta Perum Bulog tidak menyalurkan saat panen raya. Kepentingan petani jagung tetap harus dijaga.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komoditas telah swasembada. Pemerintah meminta tidak ada lonjakan harga berlebihan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga daging ayam sampai minggu ketiga Februari 2026 yakni Rp40.789 per kilogram. Sementara rerata harga telur ayam menurut Panel Harga Pangan Bapanas berada di Rp 31.278 per kilogram pada 25 Februari lalu.
Berdasarkan dinamika harga tersebut, menjadi tepat apabila pelaksanaan program SPHP jagung pakan dapat digelontorkan mulai Maret mendatang. Terlebih di Maret terdapat Idulfitri yang biasanya terjadi kenaikan permintaan komoditas pangan seperti telur ayam dan daging ayam.