Dubes RI Portugal Perkuat Sinergi Lindungi Pekerja Migran

  • 26 Jan 2026 08:11 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Portugal, Susi Marleny Bachsin, SE, MM mendorong penguatan sinergi antarinstansi dalam rangka meningkatkan perlindungan serta kualitas penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Portugal.

Hal tersebut disampaikan Dubes RI Portugal usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, baru-baru ini yang membahas strategi diplomasi ketenagakerjaan serta peningkatan standar pelindungan PMI di negara akreditasi.

Dalam pertemuan tersebut, Portugal disebut sebagai salah satu negara tujuan potensial bagi penempatan PMI. Berdasarkan hasil profiling kebutuhan tenaga kerja, sejumlah sektor seperti perhotelan dan housekeeping menjadi bidang yang terbuka luas bagi tenaga kerja Indonesia.

Dubes Susi Marleny Bachsin mengungkapkan bahwa minat terhadap pekerja migran asal Indonesia di Portugal cukup tinggi. Hal itu didorong oleh citra positif tenaga kerja Indonesia yang dikenal disiplin, memiliki etos kerja baik, serta mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan kerja.

“Namun, peluang ini harus diiringi dengan kesiapan kompetensi pekerja. Kita harus memastikan bahwa pekerja migran Indonesia benar-benar memenuhi standar yang dibutuhkan agar mampu bersaing di pasar kerja Portugal,” ujar Dubes Susi dalam rilisnya pada Sabtu, 25 Januari 2026.

Ia menegaskan pentingnya proses verifikasi dan sertifikasi kompetensi, termasuk penguasaan bahasa Inggris, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas PMI. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah risiko pemulangan dini akibat ketidaksesuaian kemampuan kerja.

Selain itu, Dubes Susi menekankan peran strategis KBRI Portugal dalam membuka akses pasar kerja yang legal, aman, dan profesional. Sinergi diplomasi dinilai menjadi kunci dalam memperluas peluang kerja sekaligus memastikan pelindungan maksimal bagi PMI.

Dalam pembahasan tersebut turut disoroti Program Quick Win KP2MI yang mendorong transformasi penempatan dari pekerja domestik non-skill menuju tenaga kerja terampil atau skilled workers.

Tidak hanya itu, pertemuan juga menyinggung persoalan pekerja migran Indonesia, khususnya anak buah kapal (ABK), yang masih menghadapi berbagai permasalahan akibat praktik tidak bertanggung jawab dari sejumlah agen penempatan.

Melalui penguatan kerja sama lintas lembaga dan diplomasi berkelanjutan, Dubes Susi berharap hubungan Indonesia dan Portugal, khususnya di bidang ketenagakerjaan, dapat terus diperkuat demi menciptakan penempatan pekerja migran yang aman, bermartabat, dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita