PLN Dorong Modernisasi Agrikultur Melalui Electrifying Agriculture
- 17 Jan 2025 09:14 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) mencatat capaian luar biasa sepanjang 2024. Program yang dirancang khusus untuk mendukung sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan ini telah dimanfaatkan oleh 300.535 pelanggan, meningkat 53.539 pelanggan dibandingkan 2023 yang mencapai 246.996 pelanggan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa Program EA bertujuan mendorong modernisasi sektor agrikultur melalui penggunaan teknologi berbasis listrik. Dengan program ini, para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan secara signifikan.
“Melalui program ini, kami berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Pemanfaatan teknologi agrikultur berbasis listrik mampu memodernisasi ekosistem pertanian, yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas petani,” ujar Darmawan, Kamis (16/1/2025) dalam siaran persnya.
Sepanjang 2024, daya tersambung dalam Program EA mencapai 4.203,36 Mega Volt Ampere (MVA) dengan konsumsi listrik sebesar 6,17 Terawatt Hour (TWh). Hal ini turut mendorong penjualan listrik pelanggan EA tumbuh 10,15% dan pendapatan meningkat 9,35% secara Year on Year (YoY).
“PLN berkomitmen menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern. Kami juga mendukung penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan, sesuai dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” imbuh Darmawan.
Dansatgas Pertahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penggunaan pompa air listrik mampu menekan biaya operasional petani sekaligus meningkatkan efisiensi waktu. Dengan suplai listrik yang andal dari Program EA, strategi ini diharapkan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan.
“Penggunaan pompa listrik lebih hemat dibandingkan pompa berbahan bakar solar. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani secara signifikan,” jelas Ahmad.
Manfaat Program EA dirasakan oleh Kelompok Tani Mekar Sari di Desa Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur. Ketua Kelompok Tani Mekar Sari, Gatot (59), menyampaikan bahwa penggunaan listrik untuk pompa air berhasil menghemat biaya operasional hingga 300%.
“Jika menggunakan pompa diesel, biayanya mencapai Rp1.500.000,-. Namun, dengan pompa listrik hanya membutuhkan Rp500.000,-. Hal ini tentu sangat membantu peningkatan produksi,” ungkap Gatot.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Dydik Rudi Prasetya, menambahkan bahwa listrik dari Program EA memungkinkan petani memanfaatkan sistem pengairan sumur, sehingga Indeks Pertanaman (IP) Padi meningkat lebih dari 300.
“Ponorogo kini menjadi salah satu lokasi Panen Raya dengan IP 200, IP 300, dan IP 400 berkat listrik yang mendukung kebutuhan pengairan petani,” terang Dydik.