Bupati Bengkalis Keharmonisan Pearyaan Cap Go Meh di Titi Akar, Rupat Utara
- 03 Mar 2026 07:39 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Usia 143 tahun bukan sekadar angka bagi Vihara Cin Bu Kiong. Rumah ibadah yang berdiri kokoh di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara ini menjadi saksi perjalanan panjang harmoni keberagaman di Kabupaten Bengkalis. Momentum bersejarah itu dirangkai dengan perayaan Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar, Minggu, 1 Maret 2026, di aula vihara setempat.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Bupati Bengkalis Kasmarni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus menjaga harmoni keberagaman sekaligus memastikan pembangunan di wilayah pesisir tetap berjalan. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-143. Semoga Vihara Cin Bu Kiong terus menjadi perekat kebersamaan dan simbol harmonisasi keberagaman di daerah ini,” ujar Kasmarni dalam sambutannya.
Menurutnya, eksistensi vihara yang telah berdiri lebih dari satu abad itu bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral, spiritual, dan sosial masyarakat. Ia juga menyampaikan ucapan selamat merayakan Cap Go Meh kepada umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa, seraya berharap momentum tersebut semakin memperkuat nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan di tengah kemajemukan.
Kasmarni menilai, selama lebih dari satu abad, vihara tersebut berperan besar dalam menjaga nilai kebajikan serta keharmonisan antarumat beragama. Hal itu sejalan dengan semangat kebhinekaan yang menjadi fondasi pembangunan di Negeri Junjungan. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga penguatan mental dan spiritual masyarakat. Karena itu, Pemerintah Daerah berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan dan sosial seluruh umat beragama tanpa terkecuali.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menekankan bahwa Kecamatan Rupat Utara, termasuk Desa Titi Akar, tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Ia mengakui adanya harapan masyarakat terhadap peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, serta kesejahteraan ekonomi. Namun demikian, ia meminta pengertian masyarakat karena saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran sebagai bagian dari penyesuaian kondisi keuangan daerah dan kebijakan nasional. “Efisiensi bukan berarti berhenti membangun. Pembangunan tetap berjalan secara bertahap, terencana, dan berkeadilan sesuai kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Kasmarni mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan nilai cinta kasih, kebajikan, dan gotong royong sebagai landasan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ia juga mengapresiasi kontribusi pengurus vihara serta masyarakat Tionghoa yang selama ini turut menjaga persatuan dan kedamaian di Kabupaten Bengkalis. Perayaan malam itu menjadi penanda bahwa keberagaman di Bengkalis bukan sekadar slogan, melainkan praktik hidup sehari-hari yang dirawat oleh tradisi, diperkuat oleh dialog, dan dijaga bersama dalam semangat persatuan.
Acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Hardianto (Asek) dan Ferry Situmeang, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH, Ketua DWP Kabupaten Bengkalis Ira Vandriyani, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, serta unsur Forkopimcam Rupat Utara, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan keluarga besar umat Konghucu serta masyarakat Tionghoa setempat.*