Tantangan Persaingan Investasi Batam di tengah Kawasan ASEAN Semakin Ketat

  • 13 Mar 2026 07:34 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Persaingan investasi di kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi oleh Kota Batam. Hal tersebut disampaikan Kepala Tim Perumusan KEKDA Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Yanny, saat memaparkan prospek ekonomi Batam tahun 2026.

Menurutnya, beberapa negara tetangga mulai memperkuat strategi untuk menarik investasi ke wilayah mereka.

Ia menyebut langkah-langkah tersebut dapat menjadi tantangan bagi Batam yang selama ini mengandalkan investasi sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

“Sebagaimana tadi disampaikan bahwa memang Kota Batam ini kita bertumpu pada industri pengolahan yang itu orientasinya ekspor juga konstruksi yang itu ada kaitannya dengan investasi.”

Yanny menilai beberapa kebijakan ekonomi di negara tetangga juga berpotensi mempengaruhi dinamika investasi di kawasan.

“Negara tetangga yang berbatasan dengan Kota Batam seperti Singapura, Malaysia maupun Thailand, mereka juga berupaya untuk mendorong pengembangan investasi di daerah mereka yang salah satunya kami lihat ada pembentukan zona ekonomi spesial antara Johor dan Singapura.”

Meski demikian, ia optimistis Batam masih memiliki peluang besar untuk menarik investor dengan dukungan kebijakan dan pembangunan infrastruktur.

“Namun beberapa kebijakan yang diambil oleh BP Batam juga pemerintah terkait dengan pengembangan infrastruktur strategis di tahun 2026 juga pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi menurut kami itu juga nanti akan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Batam di tahun 2026.”

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan akan sangat menentukan daya saing Batam di tengah persaingan investasi regional.

Rekomendasi Berita