Wamendag Sebut Eksportir Indonesia Harus Pahami Selera Pasar Dunia

  • 09 Mar 2026 14:50 WIB
  •  Batam

RR.CO.ID, Batam - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengingatkan para pelaku usaha dan eksportir Indonesia agar memahami selera pasar internasional jika ingin produknya mampu bersaing di pasar global.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, produk Indonesia sejatinya memiliki kualitas dan potensi besar untuk menembus pasar internasional. Namun, pelaku usaha perlu menyesuaikan produk dengan preferensi konsumen di negara tujuan.

“Sebagai eksportir kita harus lebih banyak mendengarkan dibandingkan memaksakan apa yang menurut kita terbaik untuk pasar tersebut,” ujarnya di Export Center Batam, Senin, 9 Maret 2026.

Ia mencontohkan produk batik yang merupakan kebanggaan nasional Indonesia. Meski batik sangat populer di dalam negeri, menurutnya produk tersebut tetap perlu disesuaikan dengan selera konsumen luar negeri agar lebih mudah diterima.

“Batik tentu menjadi national pride kita. Tapi kita juga tidak bisa memaksakan mengekspor produk yang sama persis tanpa modifikasi. Biasanya pasar luar negeri menyukai unsur batik yang dipadukan dengan desain lain,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut terbukti diminati di pasar internasional. Salah satu contohnya terlihat dalam pameran internasional seperti Osaka Expo di Jepang, di mana sejumlah desainer Indonesia menampilkan produk fesyen dengan unsur batik yang dipadukan dengan desain modern.

Model tersebut mendapat respons positif dari pengunjung internasional yang datang ke pameran tersebut.

Selain menyesuaikan desain produk, pelaku usaha juga perlu memperhatikan standar yang berlaku di pasar global. Beberapa negara tujuan ekspor mensyaratkan sertifikasi tertentu seperti sertifikasi halal maupun standar keberlanjutan untuk komoditas tertentu.

Sebagai contoh, produk minyak sawit Indonesia yang diekspor ke berbagai negara harus memenuhi standar keberlanjutan yang diakui secara internasional.

“Standar-standar yang berlaku di luar negeri harus kita aplikasikan dengan baik pada produk dalam negeri kita,” kata dia.

Lebih lanjut, Kemendag juga menekankan pentingnya promosi perdagangan dan jaringan pemasaran internasional untuk membantu pelaku usaha menemukan pembeli yang terpercaya.

Untuk itu, pemerintah memanfaatkan jaringan Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara guna mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer yang telah terverifikasi.

Menurut Roro, peran perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri sangat penting dalam membangun jaringan bisnis dan memastikan transaksi ekspor berjalan aman.

“Perwakilan kita membantu mencarikan buyer yang bisa dipercaya sehingga pelaku usaha tidak salah dalam melakukan transaksi ekspor,” ujarnya.

Ia juga mengakui kondisi geopolitik global saat ini cukup menantang bagi perdagangan internasional. Namun demikian, pemerintah tetap mendorong agar kegiatan ekspor Indonesia terus berjalan.

Melalui jaringan perwakilan perdagangan di luar negeri, pemerintah juga memberikan informasi kepada pelaku usaha mengenai kondisi pasar serta jalur pengiriman yang aman untuk kegiatan ekspor.

Dengan berbagai dukungan tersebut, pemerintah berharap pelaku usaha Indonesia semakin percaya diri untuk memperluas pasar ke tingkat global.

Rekomendasi Berita