Wakasau Tegaskan Budaya Keselamatan Terbang Profesionalisme TNI AU

  • 21 Feb 2026 15:46 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi menegaskan bahwa keselamatan terbang dan kerja bukan sekadar program, melainkan budaya sekaligus marwah profesionalisme prajurit TNI Angkatan Udara.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Laiklambangja Tahun Anggaran 2026 di Gedung Suharnoko Harbani, Mabesau, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Rakornis tahun ini mengusung tema “Semangat Menumbuhkan Generative Safety Culture Menghadapi Modernisasi Alpalhankam dalam Rangka Mewujudkan TNI AU yang AMPUH”. Wakasau menilai tema tersebut selaras dengan dinamika lingkungan strategis serta percepatan modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) yang tengah dijalani TNI Angkatan Udara.

Menurutnya, penguatan budaya keselamatan terbang dan kerja harus dilakukan secara berkelanjutan. Implementasi Generative Safety Culture sebagaimana tertuang dalam Perintah Harian Kasau Tahun 2026, kata Wakasau, tidak cukup dipahami sebagai pemenuhan regulasi atau administrasi semata.

“Budaya keselamatan terbang dan kerja harus menjadi hawa, napas, dan marwah seluruh insan TNI AU,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakasau juga menyampaikan apresiasi Kepala Staf Angkatan Udara kepada seluruh jajaran atas keberhasilan mempertahankan zero accident, yang menjadi indikator keberhasilan pembinaan keselamatan di lingkungan TNI AU.

Selain itu, ia menekankan penerapan prinsip 5M—manusia, materiil, media, misi, dan manajemen—sebagai fondasi utama dalam menjaga keselamatan terbang dan kerja.

Sebagai bentuk penguatan komitmen di lapangan, Wakasau turut meluncurkan tiga jenis ban lengan safety yang akan diberlakukan di seluruh jajaran TNI AU, yakni duty safety, patroli safety, dan safety supervisor. Langkah ini diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran kolektif serta memperkuat budaya keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Rekomendasi Berita