Optimalisasi Potensi Sektor Daerah Tingkatkan PAD Lebak
- 13 Mar 2026 05:23 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak terus menggenjot peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai sektor strategis. Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah agar potensi yang dimiliki dapat dikelola secara optimal.
Upaya peningkatan PAD itu melibatkan sejumlah sektor penting, mulai dari pertanian, peternakan, perindustrian dan perdagangan, pekerjaan umum, hingga perikanan.
Pemerintah daerah menilai seluruh sektor tersebut memiliki peluang besar dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menegaskan pentingnya langkah inovatif serta strategi yang terukur dalam mengoptimalkan potensi daerah. Menurutnya, peningkatan PAD tidak hanya bergantung pada kebijakan administratif, tetapi juga harus didukung oleh penguatan kapasitas masyarakat.
“Setiap potensi yang dimiliki harus dapat dimaksimalkan pengelolaannya. Dengan pengelolaan yang baik, retribusi daerah dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang mendukung pembangunan daerah,” ujar Amir Hamzah, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa seluruh sektor harus mampu mengelola potensi yang ada secara maksimal. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Salah satu langkah yang didorong pemerintah daerah adalah penguatan sektor peternakan melalui pendekatan berbasis kelompok.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas pembinaan terhadap para peternak di daerah. Menurut Amir Hamzah, pembentukan kelompok belajar ternak menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan para peternak. Melalui kelompok tersebut, para peternak dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.
“Pendekatan kelompok ini penting untuk meningkatkan kemampuan para peternak. Dengan adanya kelompok belajar ternak, proses pembelajaran dan pendampingan dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas produksi bibit serta benih tanaman. Hal ini dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli yang kompeten di bidang pertanian.
Pendampingan teknis dari para ahli diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi pertanian. Selain itu, langkah ini juga diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian di Kabupaten Lebak.
Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan teknologi kultur jaringan sebagai inovasi dalam menghasilkan bibit tanaman unggul. Dengan teknologi tersebut, produksi bibit diharapkan semakin meningkat.
Selain sektor produksi, perhatian pemerintah juga diarahkan pada pembenahan pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Pasar diharapkan tetap nyaman, tertib, bersih, serta mampu memberikan pelayanan yang baik bagi pedagang maupun masyarakat.
Upaya pembenahan pasar tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah juga terus mendorong inovasi dalam pengelolaan pasar agar lebih modern dan efisien.
Salah satu langkah yang tengah didorong adalah digitalisasi dalam sistem pembayaran retribusi. Pemerintah daerah mengharapkan pembayaran retribusi dapat dilakukan secara non tunai.
“Pembayaran retribusi diharapkan dapat menggunakan sistem digital seperti QRIS sehingga lebih transparan dan dapat meminimalisir potensi penyimpangan,” jelas Amir Hamzah.
Selain digitalisasi, pemerintah juga mulai menerapkan teknologi dalam pengelolaan parkir. Salah satu inovasi yang telah diterapkan adalah sistem gate pada area parkir tertentu. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Rully Edward, menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis retribusi yang dikelola oleh pihaknya.
Di antaranya retribusi pemanfaatan aset daerah, retribusi tempat khusus parkir, serta retribusi pelayanan pasar. “Retribusi tempat khusus parkir saat ini menjadi salah satu fokus strategis karena memiliki potensi besar dan mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan daerah,” ujar Rully Edward.
Rully juga dipaparkan analisis SWOT sebagai bagian dari evaluasi terhadap pengelolaan retribusi yang selama ini berjalan. Analisis tersebut digunakan untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan dalam pengelolaan retribusi daerah. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Feby Hardian Kurniawan, menyampaikan bahwa sektor peternakan juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan PAD.
Salah satu program yang dikembangkan adalah penjualan anak kerbau dari program pengembangan peternakan. “Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah sekaligus mendukung keberlanjutan sektor peternakan di Kabupaten Lebak,” kata Feby.
Ia menambahkan pengembangan sektor peternakan juga akan didukung dengan ketersediaan pakan yang memadai. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan kebun rumput yang berada di wilayah daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan bahwa salah satu sumber PAD yang dapat dioptimalkan adalah retribusi penjualan bibit atau benih tanaman.
“Melalui pengelolaan yang lebih baik, produksi bibit dan benih tanaman diharapkan mampu memenuhi kebutuhan petani sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Dade, menyampaikan potensi peningkatan PAD di instansinya dapat berasal dari berbagai jenis retribusi. Salah satunya retribusi perizinan tertentu seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Selain itu, terdapat pula retribusi jasa umum seperti penyediaan dan penyedotan kakus. Potensi lainnya berasal dari retribusi jasa usaha, seperti pemakaian laboratorium milik pemerintah daerah serta penyewaan alat berat.
Menanggapi berbagai penyampaian dari para Kepala Dinas tersebut, Wakil Bupati Lebak kembali menegaskan pentingnya pengelolaan seluruh potensi retribusi secara tertib dan transparan. Ia berharap setiap perangkat daerah dapat mengoptimalkan potensi yang ada agar mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah.