Puluhan Tahun Tersumbat, Terowongan Kali Kroya Lama di Kasemen Akhirnya Terbuka

  • 10 Mar 2026 05:39 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Penyumbatan aliran air di terowongan bawah gorong-gorong Kali Kroya Lama, Kecamatan Kasemen, akhirnya berhasil dibuka setelah bertahun-tahun tertutup sampah dan sedimentasi. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, meninjau langsung proses pembongkaran sumbatan tersebut pada Senin, 9 Maret 2026.

Penanganan tersebut dilakukan sesuai arahan Gubernur Banten, Andra Soni, sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan banjir di Kota Serang.

Budi Rustandi mengatakan, jalur air yang sebelumnya tersumbat puluhan tahun kini sudah berhasil ditembus sehingga aliran air kembali bergerak.

“Alhamdulillah hari ini bisa ditembus. Terowongan di bawah gorong-gorong yang sebelumnya macet puluhan tahun sekarang airnya sudah mulai mengalir,” ujar Budi di lokasi.

Ia menceritakan, sempat terjadi insiden warga yang meluapkan kekesalan dengan membuang sampah ke jalan. Aparat setempat sudah melakukan pendekatan kepada warga agar persoalan tersebut tidak terulang.

Menurut Budi, Kali Kroya Lama sebenarnya berada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3). Namun, penanganan saat ini diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Banten atas arahan Gubernur untuk membantu percepatan penanganan banjir di Kota Serang.

“Ini sebenarnya kewenangan BBWSC3. Namun pemerintah provinsi turun langsung membantu agar beban penanganan banjir di Kota Serang bisa segera diatasi,” katanya.

Pembersihan lokasi masih dilakukan hingga malam hari. Sampah yang menumpuk di sekitar terowongan akan diangkut seluruhnya agar aliran air tidak kembali tersumbat.

Budi juga meminta masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai agar upaya penanganan banjir tidak sia-sia.

“Kami minta masyarakat membantu dengan tidak lagi membuang sampah ke sungai. Kalau alirannya sudah lancar tapi sampah terus dibuang, masalahnya akan kembali lagi,” ujarnya.

Ke depan, Pemprov Banten berencana melakukan penataan lanjutan di lokasi tersebut. Salah satunya perbaikan jembatan agar aliran air lebih leluasa.

“Di anggaran perubahan provinsi nanti jembatan ini akan diperbaiki dan dibuat lebih tinggi supaya air bisa mengalir lebih lancar,” kata Budi.

Selain Kali Kroya Lama, penanganan banjir juga akan berlanjut ke Kali Ciwaka. Pemerintah Provinsi Banten berencana memanggil pihak BBWSC3 untuk memetakan kembali penanganan di wilayah tersebut. "Ciwaka, di sana juga perlu normalisasi,” ujarnya.

Sementara Camat Kasemen, Sugiri mengatakan, banjir di kawasan Kroya dipicu oleh penyumbatan pada jalur pertemuan aliran Kali Kroya dengan saluran menuju Padek. Kondisi tersebut menyebabkan limpasan air dari Sungai Banten dan Kali Kroya meluap ke permukiman warga.

Pemerintah Kota Serang kata Sugiri, terus melakukan pembenahan drainase dan pembersihan sungai agar banjir tidak kembali terjadi. Salah satu lokasi yang telah dibenahi berada di kawasan Sukajaya.

“Di Sukajaya sebelumnya juga ada penyumbatan karena sedimentasi dan aliran sungainya mati. Sekarang sudah dibersihkan sehingga airnya kembali lancar,” katanya.

Sugiri menambahkan, penanganan banjir di kawasan tersebut juga berkaitan dengan normalisasi Sungai Ciwaka yang mengalir hingga muara di wilayah Kemayungan, perbatasan Sawah Luhur dan Pontang.

“Sekarang tinggal titik tengahnya dari Kroya sampai Padek yang sedang dibenahi. Mudah-mudahan setelah ini aliran air bisa kembali normal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, normalisasi sungai sebenarnya menjadi bagian dari program BBWSC3. Pada tahun sebelumnya sempat dilakukan penertiban di sepanjang bantaran sungai agar proses penanganan bisa berjalan.

“Tahun kemarin sudah dilakukan penertiban di sepanjang aliran sungai. Tahun ini rencananya dilanjutkan penanganannya oleh BBWSC3,” kata Sugiri.

Namun untuk penanganan di Kali Kroya saat ini, Pemerintah Provinsi Banten turut membantu percepatan pekerjaan agar genangan yang kerap terjadi di wilayah tersebut bisa segera teratasi.

Rekomendasi Berita