BPOM Serang Perketat Pengawasan Pangan Jelang Ramadan
- 06 Feb 2026 13:15 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Menjelang meningkatnya konsumsi masyarakat pada bulan suci Ramadan hingga Idulfitri, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Serang memperketat pengawasan pangan yang beredar di pasaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh produk pangan yang dikonsumsi masyarakat aman, bermutu, dan layak edar.
“Menjelang Ramadan, kami meningkatkan pengawasan karena konsumsi masyarakat meningkat signifikan. Tujuannya agar pangan yang beredar benar-benar aman dan tidak membahayakan kesehatan,” ujar Ketua Tim Infokom BPOM Kota Serang, Mardiana Gustanti, saat berdialog bersama RRI PRO 1 Banten, Jumat, 6 Februari 2026.
Baca juga: BBPOM Ingatkan Konsumen Waspadai Cemaran Berbahaya pada Makanan
Pengawasan difokuskan pada pasar tradisional, ritel modern, distributor, serta sentra penjualan pangan takjil dan pangan siap saji. BPOM menargetkan produk-produk dengan risiko tinggi, seperti pangan olahan tanpa izin edar, makanan kedaluwarsa, serta produk yang berpotensi mengandung bahan berbahaya.
Ia juga menyampaikan bahwa momen Ramadan kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengedarkan produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. Oleh karena itu, pengawasan intensif dilakukan sebagai langkah antisipasi sejak dini.
Baca juga: Peran BPOM dalam Mendukung Peningkatan Daya Saing Produk Lokal
Selain melakukan inspeksi langsung, BPOM juga mengambil sampel pangan untuk diuji secara laboratorium. Pengujian dilakukan guna memastikan tidak adanya kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, pewarna tekstil, maupun cemaran lainnya yang dilarang digunakan pada pangan.
BPOM Kota Serang juga mengedepankan upaya edukasi kepada pedagang dan masyarakat. Pedagang diimbau untuk hanya menjual produk yang memenuhi ketentuan, sementara konsumen diajak lebih cermat dalam memilih pangan dengan menerapkan Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.
“Kami mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas. Jangan tergiur harga murah, tetapi perhatikan keamanan dan kelayakan produk sebelum dibeli,” katanya.
Baca juga: BPOM Temukan Bahan Kimia Berbahaya pada Pangan di Banten
Dalam pengawasan ini, BPOM turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar pengendalian pangan berjalan lebih efektif dan menyeluruh. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk menekan peredaran pangan berisiko, khususnya selama Ramadan.
BPOM berharap melalui pengawasan yang konsisten dan edukasi berkelanjutan, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa khawatir terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi, serta terhindar dari risiko gangguan kesehatan akibat pangan yang tidak aman.