Banjir Rendam Tiga Perumahan Akibat Drainase Tak Optimal
- 03 Jan 2026 00:06 WIB
- Banten
KBRN, Serang : Persoalan drainase dan aliran air dari lingkungan sekitar kembali memicu banjir di kawasan permukiman Kota Serang. Tiga perumahan dilaporkan terdampak cukup serius hingga memerlukan peninjauan langsung pemerintah daerah.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Serang, Mufasir, mengatakan peninjauan dilakukan atas instruksi Wali Kota Serang dengan melibatkan Kepala Dinas Perkim Nofriady Eka bersama tim teknis. Peninjauan dilaksanakan untuk melihat langsung kondisi lapangan dan penyebab banjir di setiap lokasi.
“Tadi kami bersama Pak Kadis meninjau langsung tiga titik banjir sesuai arahan Wali Kota,” ujar Mufasir, Jumat (2/1/2026).
Lokasi pertama yang ditinjau berada di Perumahan Bina Bakti, Karangantu. Di kawasan ini, sekitar 235 rumah warga terdampak banjir akibat luapan air dari lingkungan permukiman di sekitarnya.
“Di Bina Bakti Karangantu ada sekitar 235 rumah yang terdampak karena luapan air dari kampung sebelah masuk ke perumahan,” katanya.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Perumahan Lebak Indah. Banjir di kawasan ini dipicu oleh luapan sungai yang diperparah kondisi drainase yang belum memadai, serta aliran air dari badan jalan yang langsung menuju sungai.
“Posisinya drainase kurang, lalu buangan air dari jalan raya langsung ke sungai. Saat debit naik, air sungai meluap ke perumahan. Untuk di Lebak Indah sekarang sudah surut,” kata Mufasir.
Sementara itu, kondisi paling parah ditemukan di Perumahan Puri Keraton. Hampir seluruh rumah di kawasan tersebut terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.
“Yang di Puri Keraton banjirnya cukup tinggi, airnya sampai sepaha. Di belakang perumahan masih sawah dan saluran pembuangan airnya kecil,” kata dia.
Dari hasil peninjauan di tiga lokasi tersebut, Dinas Perkim mencatat persoalan utama yang hampir sama, yakni sistem drainase yang belum mampu menampung debit air saat hujan deras. Seluruh temuan di lapangan telah didata untuk menjadi dasar penanganan ke depan.
“Kami mendata permasalahan di setiap perumahan supaya jelas kekurangannya di mana, sehingga nantinya bisa dilakukan perbaikan,” ucap Mufasir.