Demokrasi di Meja Makan, Meningkatkan Pemahaman Generasi Muda tentang Isu Politik
- 14 Mar 2026 23:49 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dalam rangka memberikan edukasi kesadaran demokrasi bagi generasi muda, DPD Distrik Berisik menggelar kegiatan “Kultum Politik : Demokrasi di Meja Makan.” Kegiatan dilaksanakan di Wetland Square Banjarmasin, Sabtu, 14 Maret 2026.
Ketua PIC, Syahron mengatakan kegiatan hari ini adalah salah satu bentuk upaya untuk mengajak generasi muda paham tentang demokrasi. Menurutnya, tema yang diambil ini juga berkaitan dengan hal-hal mendasar yang terjadi di lingkup keluarga.
“Kegiatan ini kami bikin untuk anak muda yang memang dengan tema meja makan ini kan, anak muda ini mau sharing pendapat dan sambil bicara santai, makanya kami bikin kegiatan ini agar ngobrol tentang politik ini bisa santai,” katanya.
Dalam kegiatan ini, Syahron mengapresiasi kegiatan hari ini mendapat antusias yang luarbiasa dari anak-anak muda. Ia mengajak anak-anak muda untuk bisa berani bersuara dan berpendapat terhadap isu yang terjadi.
“Alhamdulillah anak-anak muda yang datang hari ini lumayan banyak ya, dan ini tentunya juga salah satunya bahwa anak-anak muda saat ini sudah melek dengan apa yang terjadi di dunia politik saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Narasumber dalam kegiatan ini Ketua Bawaslu Kota Banjarmasin, Muhammad Fachrizanoor mendukung penuh dengan adanya kegiatan yang digelar hari ini. Menurutnya, hadirnya bawaslu disini salah satunya untuk memberikan gambaran lembaga yang berkaitan dengan dunia politik bagi anak muda.
“Kita hari ini hadir sebagai pemateri hari ini, karena ketika ada yang berbicara mengenai demokrasi kehadiran bawaslu dianggap perlu. Karena juga sebagai bentuk pendidikan politik juga untuk memberikan pandangan tentang masalah demokrasi yang ada di Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Selain itu, Narasumber lainnya, Dosen sekaligus Pengamat Politik, Paidillah Rijani menekankan bahwa saat ini generasi muda harus lebih berani untuk bersuara tentang isu dan kebenaran. Namun, hal-hal tersebut harus didasari dengan kemampuan literasi untuk mendukung apa yang akan disampaikan.
“Saya melihat nya ya, anak muda di kota banjarmasin saat ini harus lebih kritis, tetapi selain itu juga mereka harus punya yang namanya literasi. Karena untuk membangun daerah ya kemampuan literasi bagi generasi muda khususnya dalam demokrasi menjadi salah satu hal mendasar,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung seru dengan adanya diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan peserta yang hadir. Panitia berharap adanya kegiatan ini, bisa menjadi salah satu upaya agar generasi muda di Banjarmasin semakin paham dengan demokrasi dan peduli dengan isu yang terjadi terlebih berkaitan dengan politik.