Pemkot Bandung Imbau Warga Tidak Tinggalkan Sampah usai Salat Id

  • 14 Mar 2026 16:36 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah kewilayahan di Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan setelah pelaksanaan Salat Idulfitri, khususnya dengan tidak meninggalkan sampah di lokasi ibadah. Imbauan ini terutama ditujukan kepada warga yang menggunakan alas salat sekali pakai seperti koran atau kertas.

‎Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung, Abriwansyah Fitri, mengatakan pihaknya ingin membangun kesadaran masyarakat agar membawa kembali alas salat yang digunakan setelah ibadah selesai, sehingga tidak menumpuk menjadi sampah di lokasi salat.

‎“Yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat adalah setelah salat jangan sampai sampah menumpuk, terutama dari alas tempat salat. Kalau memungkinkan, alas yang dibawa seperti koran bisa dibawa kembali ke rumah masing-masing,” ujar Abriwansyah, Sabtu 14 Maret 2026.

‎Menurutnya, imbauan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Bandung agar pelaksanaan Salat Idulfitri berlangsung tertib, nyaman, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.


‎Ia menjelaskan, pemerintah kewilayahan telah menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat melalui berbagai cara. Selain melalui surat imbauan resmi kepada wilayah, sosialisasi juga dilakukan melalui berbagai platform media sosial agar informasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

‎“Ada arahan dari Pak Wali, sehingga kami menyampaikan kepada warga masyarakat baik melalui surat imbauan maupun melalui konten-konten yang disebarkan di media sosial,” katanya.

‎Selain mengajak masyarakat membawa kembali alas salatnya, pihak kewilayahan juga memberikan alternatif lain jika alas tersebut tidak ingin dibawa pulang. Warga diminta untuk mengumpulkannya di satu titik tertentu agar dapat dimanfaatkan kembali oleh pemulung.

‎Dengan cara tersebut, diharapkan sampah tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), sehingga dapat membantu mengurangi volume sampah yang dihasilkan setelah kegiatan ibadah massal.

‎“Kalau tidak dibawa pulang, bisa dikumpulkan di satu titik agar bisa dimanfaatkan oleh pemulung. Harapannya sampah itu tidak semuanya dibawa ke tempat pembuangan sampah karena jumlahnya cukup banyak,” jelasnya.

‎Abriwansyah menambahkan, informasi dan imbauan tersebut juga telah disampaikan kepada para pengurus wilayah seperti RW dan RT agar dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing.

‎“Kita juga menyampaikan kepada para RW dan RT di wilayah agar pesan ini bisa diteruskan kepada masyarakat,” tandasnya.

Rekomendasi Berita