Wali Kota Bandung Tekankan Sinergi Tiga Pilar untuk Menjaga Stabilitas Kota
- 13 Mar 2026 14:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengingatkan pentingnya sinergi antara unsur kewilayahan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandung. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Tiga Pilar Kewilayahan di Pendopo Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan menegaskan bahwa Bandung merupakan salah satu kota strategis di Indonesia yang selalu menjadi perhatian pemerintah pusat. Sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya di Jawa Barat, berbagai dinamika yang terjadi di Bandung kerap menjadi barometer kondisi nasional.
“Kota Bandung adalah salah satu kota penting di Indonesia. Tidak hanya berpengaruh bagi Jawa Barat, tetapi juga menjadi barometer dalam menjaga stabilitas, ketahanan, keamanan, dan ketertiban masyarakat,” ujar Farhan, di Pendopo kota Bandung, jumat 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan tiga pilar kewilayahan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi pondasi utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sinergi antara camat, lurah, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas dinilai sangat penting dalam merespons berbagai dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.
Menurut Farhan, kolaborasi yang solid antar unsur kewilayahan terbukti mampu menjaga stabilitas keamanan Kota Bandung. Ia mencontohkan peristiwa yang terjadi pada 28–31 Agustus 2025 lalu, ketika Kota Bandung sempat menghadapi berbagai gesekan sosial yang meningkatkan eskalasi situasi keamanan.
Namun berkat koordinasi yang kuat antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hingga tingkat kecamatan, kondisi tersebut dapat segera dikendalikan sehingga situasi kembali kondusif.
“Kerja sama antara Forkopimda, Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para lurah terbukti mampu menurunkan eskalasi situasi sehingga Kota Bandung tetap kondusif,” katanya.
Farhan juga menekankan bahwa hubungan kelembagaan yang kuat perlu dibarengi dengan kedekatan secara personal melalui silaturahmi. Menurutnya, tradisi silaturahmi menjadi kekuatan khas dalam budaya Indonesia yang mampu mempererat hubungan antar lembaga.
Ia menyebutkan, di banyak negara hubungan antar lembaga lebih dikenal dengan istilah lobbying. Sementara di Indonesia, konsep silaturahmi tidak hanya bersifat formal, tetapi juga membangun kedekatan personal yang tetap berlandaskan etika kelembagaan.
“Di banyak negara, hubungan antar lembaga lebih dikenal dengan istilah lobbying. Di Indonesia kita punya silaturahmi, yang tidak hanya formal tetapi juga membangun kedekatan personal yang tetap berlandaskan etika kelembagaan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Farhan juga menyinggung isu nasional yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Ia memastikan bahwa stok BBM di Kota Bandung dalam kondisi aman.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama Pertamina telah melakukan langkah antisipatif dengan menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat agar tidak terjadi kepanikan.
“Suplai BBM di Kota Bandung dipastikan aman hingga 20 hari ke depan dengan sistem pasokan progresif. Pemerintah pusat juga menjamin harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil,” tandasnya.