Sekolah Didorong Terapkan Nilai Ekologi Ramadan
- 25 Feb 2026 19:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Ibadah Ramadan tidak semata dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, saat membuka kegiatan Pesantren Ekologi bertema “Internalisasi Nilai Gapura Pancawaluya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin” di Aula UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa 24 Februari 2026.
Menurutnya, ketakwaan kepada Allah SWT tidak cukup diwujudkan melalui salat dan puasa saja, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan. “Menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan baik, serta mencintai lingkungan adalah bagian dari implementasi iman dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, tidak menyisakan makanan, hingga menjaga kebersihan fasilitas sekolah menjadi bagian penting dari pendidikan karakter berbasis nilai keimanan.
“Kebersihan adalah cerminan iman. Bahkan, kualitas sebuah sekolah bisa dilihat dari kebersihan lingkungannya, termasuk fasilitas sanitasi seperti WC,” tambahnya.
Deden juga mengingatkan agar nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan selama Ramadan, melainkan menjadi budaya yang terus berlanjut di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menjelaskan bahwa Pesantren Ekologi digagas sebagai respons atas meningkatnya bencana lingkungan yang dipengaruhi oleh perilaku manusia.
Program ini dilaksanakan dalam tiga siklus mingguan. Siklus pertama mengangkat tema lingkungan, siklus kedua tentang hemat energi, dan siklus ketiga bertema penghijauan yang dirangkaikan dengan penutupan kegiatan.
Rangkaian kegiatan meliputi tadabbur ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tanggung jawab manusia terhadap alam, diskusi bersama narasumber, serta aksi nyata peduli lingkungan di sekolah. Selain itu, peserta didik juga didorong melakukan kegiatan sosial dan membiasakan perilaku positif selama Ramadan.
Ai menegaskan, pelaksanaan program dilakukan secara fleksibel sesuai kondisi masing-masing sekolah, bersifat inklusif untuk seluruh peserta didik, serta tidak membebani orang tua dari sisi pembiayaan.
Pembukaan kegiatan tersebut diikuti seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Barat secara virtual, serta dimeriahkan penampilan teatrikal siswa SMKN 10 Bandung yang memukau para peserta.