Hingga Hari Keenam Total 55 Korban Dievakuasi SAR
- 29 Jan 2026 19:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Hari keenam pencarian korban longsor Kampung Pasirkuning Desa Pasirlangu Cisarua Kabupaten Bandung Barat, tim SR Gabungan kembali mengevakuasi korban tertimbun. Pada pukul 13.21 WIB, Kamis 29 Januari 2026, ditemukan satu jenazah di sektor Worksite B1.
Tim SAR Gabungan kembali mengevakuasi jenazah pada pukul 14.32 WIB, di sektor Worksite A1. Pada pukul 15.00 WIB, kembali ditemukan jenazah, di sektor Worksite A1.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana dalam keterangan resminya menjelaskan, satu kantong jenazah yang ditemukan merupakan jenazah lama. Namun tetap dievakuasi oleh tim SAR.
“Namun secara pendataan, tidak kami masukkan ke dalam data temuan kantong jenazah korban akibat longsoran. Dengan demikian, total penemuan pada hari keenam operasi SAR adalah sebanyak tiga kantong jenazah, dengan rincian dua di sektor A1 dan satu di sektor B1,”jelas Ade.
Hingga hari ini, Kamis 29 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, total korban yang telah berhasil dievakuasi adalah sebanyak 55 kantong jenazah, dengan estimasi jumlah korban sekitar 25 jiwa. Sementara data dari tim DVI Polda Jawa Barat, pukul 16.00 WIB, proses identifikasi telah mencapai 41 jiwa dari total 42 kantong jenazah.
Baca juga:Cuaca di Cisarua Berpotensi Hujan Hingga Sepekan
“Jumlah itu yang masuk dalam proses pemeriksaan tahap identifikasi terakhir. Dan masih terus dilanjutkan secara intensif,”ungkapnya.
Ia juga menambahkan, serah terima jenazah korban yang teridentifikasi telah diserahkan kepada pihak keluarga. Operasi SAR akan terus dilanjutkan secara bertahap dan terukur, dengan menyesuaikan perkembangan kondisi cuaca dan stabilitas lereng, serta rekomendasi dari tim keselamatan petugas di lapangan.
Ade juga mengatakan, sejak dimulainya operasi SAR, sejak pagi kondisi lapangan di warnai hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, cuaca tidak menentu, visibilitas terbatas, serta meningkatnya kejenuhan tanah yang berdampak pada tingginya potensi longsor susulan. Berdasarkan asesmen tim keselamatan dan pemantauan lapangan, operasi SAR hari ini dilaksanakan secara selektif dengan pola ON dan OFF, dengan keselamatan personel sebagai prioritas utama.
Kegiatan pencarian dilakukan pada waktu-waktu yang dinilai aman, serta dihentikan sementara apabila terjadi peningkatan curah hujan, perubahan kondisi lereng, maupun indikasi bahaya di area kerja. “Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pencarian korban yang masih dinyatakan dalam pencarian dapat berjalan dengan lancar, aman, dan seluruh personel SAR senantiasa diberikan perlindungan dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini,”tutup Ade.