Tujuh Warga Bandung Jalan Kaki untuk Palestina Merdeka

  • 13 Nov 2025 10:14 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Tepat pukul 05.00 WIB, tujuh muda-mudi asal Kota Bandung resmi memulai aksi jalan kaki bertajuk “Walk For Free Palestine” dari halaman Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung. Aksi kemanusiaan ini menempuh jarak sekitar 160 kilometer menuju Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu, 15 November 2025.

Kegiatan ini merupakan wujud solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina, sekaligus pengingat bahwa 15 November adalah Hari Kemerdekaan Palestina, yang telah dideklarasikan sejak 1988 namun sering terlupakan oleh masyarakat dunia.

“Kami berjalan bukan karena politik, tapi karena kemanusiaan. Ini langkah kecil, tapi penuh makna untuk perjuangan besar rakyat Palestina,”

ujar Indra Kusumawardhana, pendiri Reborn Indonesia sekaligus inisiator Walk For Free Palestine, sesaat sebelum pemberangkatan di Bandung.

Aksi damai tersebut diawali dengan pembacaan pernyataan sikap dan doa bersama di depan Gedung Merdeka, simbol sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955, yang dikenal sebagai tonggak solidaritas bagi bangsa-bangsa tertindas di dunia.

Baca juga:Di Brazil, Ketua DPD-RI Tawarkan Gagasan Demokrasi Hijau

Tujuh peserta aksi kemanusiaan ini terdiri atas Ustaz Rosihan Fahmi, Indra Kusumawardhana (BaBa Sanglegenda), Acep Rajaoutbond, Fiorenza, Ozi, Wanggi, dan Tofan.

Mereka datang dari latar belakang yang beragam namun dipersatukan oleh semangat yang sama — membela nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Ustaz Rosihan Fahmi dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Manarul Huda di Buahbatu Bandung; Indra merupakan pendiri Reborn Indonesia; Wanggi Hood adalah aktivis lingkungan hidup; sementara Acep Rajaoutbond menjabat sebagai Chief Reborn Indonesia.

“Kami ingin mengingatkan bahwa Bandung pernah menjadi pusat inspirasi perdamaian dunia. Semangat itu harus terus hidup, termasuk untuk mendukung Palestina,”

tambah Indra.

Sepanjang perjalanan menuju Jakarta, rombongan akan membawa pesan perdamaian dan keadilan, serta menyerukan pentingnya solidaritas antarbangsa di tengah konflik global.

Setibanya di Kedutaan Besar Palestina, para peserta akan mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia, meletakkan karangan bunga, serta melakukan audiensi dengan pihak Kedutaan sebagai simbol persahabatan antarbangsa dan dukungan moral bagi rakyat Palestina.

Aksi ini turut mendapat dukungan dari berbagai komunitas lintas budaya seperti komunitas motor Reborn Indonesia, komunitas musik Ujungberung, dan Majelis Tattoo Indonesia, yang bersama-sama menyuarakan kepedulian terhadap isu kemanusiaan global.

“Selama masih ada penindasan, kita tak boleh diam. Solidaritas adalah bahasa universal yang menembus batas negara, agama, dan politik,”

tutup Indra.

Masyarakat dapat mengikuti perjalanan rombongan melalui akun media sosial @walkforfreepalestine dengan tagar #WalkForFreePalestine #WalkForPeace #WalkForFreedom #WalkForSpeakUp #BandungForPalestine.

Aksi damai ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan solidaritas kemanusiaan dari Kota Bandung — kota yang dikenal sebagai inspirasi perdamaian dunia dan simbol konsistensi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Rekomendasi Berita