Pemupukan Berimbang Kunci Sukses Petani Jabar
- 18 Feb 2026 11:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pemupukan berimbang menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pertanian di Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Firman Maulana, S.P., saat siaran di Pro 1 RRI Bandung, Senin, 16 Februari 2026.
Menurutnya, penerapan pemupukan berimbang berkontribusi besar terhadap hasil produksi petani. “Pemupukan berimbang itu di atas tujuh puluh persen memengaruhi keberhasilan pertanian, selain ada aspek-aspek lain,” ujar Firman.
Ia menjelaskan, sebagian besar petani di Jawa Barat sudah mulai memahami pentingnya pemupukan sesuai kebutuhan tanaman. “Kalau dipersentasikan, sekitar tujuh puluh lima persen petani sudah melaksanakan pemupukan berimbang dalam praktik budidaya sehari-hari,” tuturnya.
Peningkatan pemahaman itu tidak lepas dari peran penyuluh pertanian serta dinas teknis yang aktif melakukan sosialisasi. Edukasi berkelanjutan membantu petani mengenali kebutuhan unsur hara berdasarkan kondisi tanah dan fase pertumbuhan tanaman.
Namun, Firman mengakui masih ada petani yang mempertahankan pola budidaya turun-temurun. Di sejumlah wilayah adat, penggunaan pupuk kimia belum sepenuhnya diterima karena masyarakat memilih melestarikan pupuk berbahan alami.
Ia menilai, konsep pemupukan berimbang semakin penting seiring menurunnya kualitas tanah akibat penggunaan lahan secara intensif. “Tanah kita saat ini dianggap kurang sehat, jadi ada beberapa unsur yang memang perlu ditambahkan lagi,” ungkapnya.
Firman menambahkan, salah satu indikator kesehatan tanah adalah kandungan bahan organik di dalamnya. Untuk meningkatkannya, petani dapat memanfaatkan pupuk kandang maupun kompos dari bahan organik sebagai bagian dari strategi pemupukan berimbang yang berkelanjutan.