Harga Bawang Brebes Naik, Pedagang Pasar Beralih ke Bawang Padang
- 06 Mar 2026 09:29 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung -Kenaikan harga bawang merah asal Brebes membuat sejumlah pedagang di pasar tradisional memilih beralih menjual bawang merah dari daerah lain. Di Pasar Tani dan Pasar Gintung, pedagang kini lebih banyak memasok bawang merah asal Padang yang dinilai lebih terjangkau bagi pembeli.
Pantauan di lapangan pada Kamis (5/3/2026), bawang merah Padang dijual dengan harga berkisar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Sementara bawang merah Brebes yang biasanya menjadi salah satu komoditas favorit masyarakat kini jarang ditemukan di lapak pedagang karena harganya yang sedang tinggi.
Salah seorang pedagang di pasar tersebut, Siti, mengaku saat ini memilih tidak memasok bawang merah Brebes karena khawatir kurang diminati pembeli. Menurutnya, harga yang terlalu mahal membuat pedagang juga berisiko mengalami kerugian jika barang tidak laku terjual.
“Sekarang saya tidak berani bawa bawang Brebes karena mahal. Takutnya kalau dijual juga peminatnya kurang, jadi lebih pilih bawang Padang yang harganya masih terjangkau,” ujar Siti.
Ia menambahkan, bawang merah Padang menjadi alternatif yang cukup diminati pembeli karena harganya masih relatif stabil. Meski berbeda asal daerah, bawang merah tersebut tetap bisa digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Sementara itu, salah seorang pembeli bernama Fitri mengatakan dirinya tetap membeli bawang merah yang tersedia di pasar meskipun bukan berasal dari Brebes. Menurutnya, kebutuhan dapur tetap harus terpenuhi meskipun pilihan yang ada terbatas.
“Kalau tidak ada ya mau bagaimana lagi, pakai saja dulu bawang merah Padang. Soal rasa mungkin agak beda, tapi lebih baik daripada tidak ada sama sekali,” kata Fitri.
Kondisi ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga komoditas pangan dapat memengaruhi pola pasokan dan pilihan pedagang di pasar tradisional. Para pedagang berharap harga bawang merah Brebes dapat kembali stabil sehingga pasokan di pasar kembali normal dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan bahan pangan.