Kantong Plastik Solusi Ramah Lingkungan Menjadi Ancaman Global

  • 14 Jun 2025 14:19 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandar Lampung– Plastik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern. Ringan, tahan lama, dan murah, plastik digunakan di hampir setiap aspek kehidupan—dari kemasan makanan, botol minuman, hingga peralatan rumah tangga. Namun di balik kenyamanannya, plastik menyimpan ancaman besar bagi kelestarian lingkungan.

Saat ini, sampah plastik telah menjadi persoalan global yang mencemari tanah, air, bahkan udara di seluruh penjuru dunia. Karena plastik tidak mudah terurai secara alami, dibutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun agar plastik benar-benar hancur di alam. Akibatnya, limbah plastik terus menumpuk setiap harinya di darat maupun laut.

Menurut Program Lingkungan PBB atau UNEP, manusia menghasilkan 400 juta ton sampah plastik setiap tahunnya, Limbah ini mengancam kelangsungan hidup biota laut seperti ikan, penyu, dan burung laut yang sering kali secara tidak sengaja menelan potongan plastik, hingga menyebabkan kematian.

DICIPTAKAN UNTUK MENYELAMATKAN BUKAN MERUSAK

Ironisnya, kantong plastik—yang kini menjadi simbol polusi global—awalnya diciptakan justru untuk melindungi lingkungan. Pada awal tahun 1960-an, seorang insinyur asal Swedia bernama Sten Gustaf Thulin mengembangkan kantong plastik sebagai alternatif dari kantong kertas yang kala itu banyak digunakan dan dikhawatirkan menyebabkan penebangan pohon secara besar-besaran (deforestasi).

Bekerja di perusahaan kimia Celloplast, Thulin merancang kantong plastik dari satu lembar plastik melalui proses pelipatan dan pengelasan, yang membuatnya ringan, kuat, dan tahan air. Kantong ini dipatenkan pada tahun 1965, dengan harapan dapat digunakan berkali-kali dan mengurangi limbah kertas.

Pada masanya, kantong plastik dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak berasal dari pohon dan lebih tahan lama dibandingkan kantong kertas yang mudah robek saat basah. Namun dalam perjalanannya, kebiasaan manusia menggunakan kantong plastik hanya sekali pakai dan langsung membuangnya justru menjadikannya salah satu penyumbang utama pencemaran global saat ini.

HARAPAN SELURUH DUNIA

Kini, berbagai negara di dunia mulai berupaya mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai dengan menerapkan larangan penggunaan kantong plastik, mendorong penggunaan ulang, serta meningkatkan daur ulang limbah plastik.

Meski demikian, tantangan masih besar. Diperlukan kesadaran kolektif dari masyarakat global untuk mengubah pola konsumsi, kembali ke niat awal diciptakannya kantong plastik—sebagai solusi, bukan ancaman.

Rekomendasi Berita