Pemkab Lampung Timur Siapkan Kapal Penyeberangan di Kalipasir

  • 11 Mar 2026 19:48 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung Timur - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur menyiapkan berbagai langkah untuk memperbaiki akses penyeberangan di wilayah Kalipasir, Kecamatan Way Bungur. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyiapkan kapal penyeberangan baru sebagai solusi sementara bagi warga yang akan melintas di Sungai Batanghari.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengatakan kapal tersebut masih dalam proses pengerjaan dan saat ini hampir selesai.

"Kami sudah membuatkan kapal baru untuk membantu warga menyeberang dan sekarang hampir selesai. Ini hasil swadaya masyarakat di wilayah Way Bungur, khususnya warga Desa Kalipasir dan Desa Tanjung Tirto," ujar Ela, Rabu 11 Maret 2026.

Menurut Ela, selain melakukan penanganan sementara dengan menyiapkan kapal penyeberangan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan jembatan untuk memperbaiki akses penghubung antarwilayah tersebut, salah satunya melalui pembangunan Jembatan Merah Putih.

“Untuk Jembatan Merah Putih, lahannya sudah selesai. Dalam waktu dekat kemungkinan material sudah turun. Karena sudah beberapa kali rapat di provinsi terkait pembagian tugas antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Kodam, dan Kodim. Perencanaannya sudah selesai, tinggal pelaksanaannya saja,” kata Ela.

Sementara itu, lanjut Ela, rencana pembangunan jembatan permanen juga tengah dipersiapkan dan akan menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Saat ini prosesnya masih berada pada tahap pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten.

"Proses pembebasan lahan hampir rampung, sementara desain dan perencanaan pembangunan jembatan juga telah disiapkan," ucap Ela.

Ia menambahkan, jalur jalan menuju jembatan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi wilayah yang kerap terdampak banjir, dengan konstruksi jalan yang dibuat lebih tinggi.

Jembatan di wilayah tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah video yang beredar di media sosial viral. Video memperlihatkan puluhan anak sekolah harus menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu dan rakit sederhana yang sudah rapuh serta tanpa alat pengaman.

Rekomendasi Berita