Ketegangan Iran–AS dan Israel Meningkat, Bagaimana Peta Kekuatan Militernya?

  • 03 Mar 2026 01:16 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, gugur dalam sebuah serangan yang didalangi Amerika Serikat dan Israel. Informasi tersebut memicu eskalasi politik dan militer di kawasan serta meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik terbuka.

Sejumlah analis menilai, apabila ketegangan berkembang menjadi konflik terbuka, keseimbangan kekuatan militer kedua negara akan menjadi faktor krusial.

Kekuatan Personel dan Anggaran

Berdasarkan data Global Firepower, Iran memiliki sekitar 610.000 personel militer aktif. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan Israel yang memiliki sekitar 169.000 personel aktif.

Namun dari sisi anggaran pertahanan, Israel unggul signifikan. Belanja militer Israel tercatat sekitar US$34,6 miliar, sementara Iran berada di kisaran US$9,23 miliar. Perbedaan ini berpengaruh terhadap modernisasi alutsista dan kemampuan teknologi militer.

Kekuatan Udara

Dalam aspek kekuatan udara, Israel memiliki 239 pesawat tempur, lebih banyak dibandingkan Iran yang memiliki 188 unit. Untuk helikopter serang, Israel juga unggul dengan 48 unit, sedangkan Iran memiliki 13 unit.

Keunggulan jumlah dan teknologi di sektor udara kerap dinilai sebagai salah satu pilar utama pertahanan Israel.

Kekuatan Darat

Di sektor darat, Iran unggul secara kuantitas. Iran memiliki sekitar 2.675 tank, sedangkan Israel sekitar 1.300 unit.

Untuk kendaraan lapis baja, Iran tercatat memiliki 75.939 unit, sementara Israel sekitar 62.380 unit. Iran juga memiliki 424 artileri gerak sendiri (self-propelled artillery), lebih banyak dibandingkan Israel yang memiliki 323 unit.

Pada kategori peluncur roket bergerak (mobile rocket projectors), Iran memiliki 1.550 unit, jauh di atas Israel yang memiliki 228 unit.

Kekuatan Laut

Di sektor maritim, Iran memiliki total 109 armada laut, sedangkan Israel 82 unit. Iran juga memiliki 25 kapal selam, dibandingkan Israel yang memiliki enam unit.

Namun dalam kategori kapal korvet dan kapal patroli militer, Israel unggul. Israel memiliki tujuh kapal korvet dan 66 kapal patroli militer, sementara Iran memiliki tiga kapal korvet dan 21 kapal patroli.

Potensi Dampak Kawasan

Pengamat hubungan internasional menilai, meski Iran unggul dalam jumlah personel dan sejumlah alutsista darat serta laut, Israel memiliki keunggulan pada teknologi militer dan anggaran pertahanan.

Jika konflik terjadi, dampaknya diperkirakan tidak hanya terbatas pada kedua negara, tetapi juga berpotensi meluas ke kawasan Timur Tengah dan memengaruhi stabilitas global, termasuk sektor energi dan keamanan internasional.

Hingga saat ini, komunitas internasional masih menyerukan deeskalasi dan penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah pecahnya perang terbuka.

Rekomendasi Berita