Adaptasi Budaya Tantangan Inovasi Pertanian di NTT

  • 17 Feb 2026 14:01 WIB
  •  Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Komunitas Luri Panamu terlibat dalam upaya pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal, khususnya di wilayah NTT dalam menghadapi tantangan serius dalam inovasi penanaman pangan alternatif guna menghadapi perubahan iklim.

"Tantangan utamanya berkisar pada pergeseran pola cuaca yang drastis, keterbatasan akses teknologi dan kebutuhan adaptasi budaya," kata pengurus Komunitas Luri Panamu Petrus Lamba Awang pada perbincangan rri.co.id, Minggu 15 Februari 2026.

Dampak perubahan iklim sangat ekstrem seperti pergeseran musim serta kekeringan dan banjir menjadi tantangan utama dalam inovasi pertanian.

"Pola hujan yang tidak menentu mempersulit penentuan waktu tanam untuk tanaman alternatif serta kekeringan panjang juga mengurangi ketersediaan air tanah,sementara banjir besar merusak tanaman, menghambat keberhasilan budidaya tanaman pangan lokal yang lebih tahan kering",ucap Petrus.

Adapun hal yang menjadi faktor tantangan lainnya dalam pelaksanaan program ini adalah minimnya pengetahuan serta pelatihan juga dapat mengancam inovasi pertanian.

"Minimnya akses terhadap edukasi mengenai teknik pertanian regeneratif atau budidaya varietas tanaman pangan lokal baru yang lebih tahan iklim menjadi tantangan pengembangan pertanian berkelanjutan," ujarnya.

Tantangan inovasi dan adaptasi budaya,menurut Petrus, dimana regenerasi petani di NTT umumnya sangat minim. "Mayoritas petani yang menguasai kearifan lokal berusia lanjut, sementara generasi muda kurang berminat, memperlambat adopsi inovasi baru," katanya menegaskan.

Ketergantungan pada bahan pangan pokok juga menjadi kendala berinovasi pertanian karena membuat diversifikasi pangan (inovasi pangan alternatif) menghadapi penolakan budaya.

Sehingga menurut Petrus,langkah mitigasi yang diperlukan untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan pendekatan yang mengombinasikan kearifan lokal dengan inovasi modern. "Seperti konservasi tanah dan air, penggunaan varietas tanaman yang tahan cuaca ekstrem, dan penguatan kelompok tani," tutur Petrus.

Rekomendasi Berita