Fatayat NU Touna dan Ampana Book Party Rayakan IWD lewat Literasi
- 14 Mar 2026 07:55 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Peringatan International Women’s Day (IWD) di Kabupaten Tojo Una-Una dirayakan dengan pendekatan literasi. PC Fatayat NU Tojo Una-Una bersama Ampana Book Party menggelar kegiatan bertema “Merayakan Kekuatan dan Peran Perempuan dalam Membangun Masa Depan” di Aula Kantor Desa Saluba, Kecamatan Ampana Kota, Kamis 12 Maret 2026.
Kegiatan yang didukung oleh Program INKLUSI tersebut menghadirkan ruang literasi sebagai medium refleksi dan penguatan peran perempuan di tingkat komunitas. Melalui buku, diskusi, dan berbagi pengalaman, para peserta diajak melihat bagaimana pengetahuan dapat menjadi kekuatan untuk membangun kesadaran, keberanian, dan solidaritas perempuan.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika anggota komunitas baca Ampana Book Party, Syarifah Nur Hasanah, membacakan cerpen bertema kehidupan perempuan. Cerita yang disampaikan menghadirkan refleksi tentang perjuangan, keteguhan, serta harapan perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Selain sesi literasi, kegiatan juga menghadirkan penyuluh KB Kecamatan Ampana Kota, Yanti, yang menyampaikan materi bertajuk “Kunci Komunikasi agar Orang Tua dan Remaja Saling Mengerti.” Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak remaja.
“Ketika komunikasi terbangun dengan baik, orang tua dan remaja dapat saling memahami dan bersama-sama mengambil keputusan yang lebih bijak bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Salwa menegaskan bahwa masa depan generasi muda perlu dibangun melalui pendidikan dan ruang dialog yang sehat di dalam keluarga.
“Masa depan yang cerah bagi anak-anak kita tidak dibangun di atas perkawinan yang terlalu muda, melainkan melalui ruang dialog yang jujur di rumah dan bangku sekolah yang tuntas,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Fatayat NU Tojo Una-Una dan Ampana Book Party ingin menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar kegiatan membaca, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk menyuarakan pengalaman, membangun empati, serta memperluas cara pandang masyarakat terhadap peran perempuan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya ruang-ruang diskusi yang lebih luas, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam keluarga maupun kehidupan sosial di masyarakat.