Kepung Kantor BPBD, Warga Kembali Pertanyakan Data Korban Terdampak Banjir
- 06 Mar 2026 22:11 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Singkil - Ratusan masyarakat dari empat Kecamatan, beberapa Desa di Kabupaten Aceh Singkil, kembali mendatangi kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jum'at, 6 Maret 2026.
Kedatangan masyarakat itu selain bertujuan untuk mempertanyakan terkait transparansi proses penetapan data calon penerima bantuan stimulan hibah rehabilitasi dan rekontruksi rumah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Singkil, yang dinilai banyak kejanggalan - kejanggalan
Juga mereka, meminta tindak lanjut pendataan tahap berikutnya agar program tersebut lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang rumahnya rusak akibat banjir.
" Kedatangan kami disini selain untuk mempertanyakan data hasil survei yang dilakukan BPBD, juga kami ingin data tersebut kembali ditinjau ulang,"sebut Salah seorang warga dari Desa Pasar, Singkil, Aceh Singkil, Miswar Sijabat, saat berkunjung bersama warga lainnya ke kantor BPBD Aceh Singkil, Jum'at, 6 Maret 2026.
Kemudian tambahnya, terkait dengan adanya beredar penetapan daftar calon penerima bantuan rehab rumah rusak karena terdampak banjir di Aceh Singkil. Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar dapat mengevaluasi keputusan tersebut.
" Tolong lah Pemerintah melalui Bupati tegaskan kepada Dinas terkait (BPBD) agar melakukan peninjauan dan pendataan ulang agar data ini nantinya lebih valid,"tambahnya.
Sementara itu, keluhan yang sama juga disampaikan oleh Warga lainnya. Naulia Rahmi, bersama dengan warga lain dari Desa Ketapang Indah, Singkil Utara, Aceh Singkil, menyebutkan data calon penerima bantuan rehab rumah bagi warga terdampak banjir di duga banyak yang tidak tepat sasaran.
Sehingga untuk menyampaikan hal tersebut, mereka ingin menyampaikan secara langsung kepada Pimpinan Daerah (Bupati) untuk agar dapat melakukan pendataan ulang.
" Harapan kami Pemerintah melalui Dinas terkait agar benar-benar mendata secara valid dengan langsung turun lapangan, jangan asal- asalan,"kata Naulia Rahmi, Jum'at, 6 Maret 2026.
Hasil amatan selain warga dari Kecamatan Singkil, dan Singkil Utara. Juga ada beberapa warga dari Kecamatan Gunung Meriah, dan warga dari Desa Silatong, Simpang Kanan, ingin mempertanyakan sumber data tahap pertama calon penerima bantuan rehabilitasi rumah yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui BPBD.
Meski dengan membawa jawaban yang masih belum memuaskan, karena pimpinan daerah (Bupati dan Wakil Bupati) kemudian pejabat Kalaksa BPBD juga tidak ada dikantor saat warga datang. Akan tetapi, mereka sangat berharap agar data calon penerima tahap pertama ditinjau ulang kembali.
Bahkan jika tidak ada tindak lanjut, mereka mengancam akan datang lebih banyak dan siap menduduki kantor BPBD dan Kantor Bupati Aceh Singkil.