Optimalkan Lahan Tidur Petani Simpang Kiri Tanam Semangka

  • 27 Feb 2026 23:12 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Sektor pertanian di Kota Subulussalam terus dipacu guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kreatif di tingkat perdesaan. upaya optimalisasi lahan dilakukan di Dusun Nangka, Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi kewilayahan untuk memastikan produktivitas komoditas pangan lokal tetap berjalan secara maksimal dan berkelanjutan, Jumat 27 Februari 2025.

Personel Babinsa Koramil 01/Simpang Kiri, Sertu Rudianto, terjun langsung membantu warga dalam proses penanaman bibit semangka. Aksi nyata tersebut dilakukan di lahan milik Alam Wayang, di mana petugas bersama warga bahu-membahu menyiapkan bedengan sebelum bibit ditanam. Pendampingan ini merupakan representasi dari upaya mendorong produktivitas sektor pertanian lokal agar lebih berkembang.

Pemanfaatan lahan secara maksimal menjadi fokus utama dalam pembinaan teritorial yang dilakukan oleh aparat TNI di lapangan. Dengan pengelolaan lahan yang tepat, potensi lahan tidur dapat diubah menjadi area produktif yang bernilai ekonomis tinggi. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan para petani setempat.

Komoditas semangka dipilih sebagai fokus tanam karena dinilai memiliki keunggulan dari sisi waktu dan nilai ekonomi. Masa panen yang relatif cepat menjadi alasan utama para petani di Desa Suka Makmur untuk membudidayakan buah ini. Selain itu, permintaan pasar yang stabil terhadap buah semangka dianggap sebagai peluang besar dalam mendongkrak pendapatan tambahan bagi keluarga petani.

Sertu Rudianto menjelaskan bahwa kehadiran TNI di tengah lahan pertanian bertujuan untuk memberikan motivasi dan arahan teknis kepada warga binaan. “Kami hadir untuk memberikan semangat agar warga terus produktif. Dengan pengelolaan lahan yang tepat, komoditas semangka ini diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” ujarnya di sela-sela aktivitas penanaman.

Respons positif juga datang dari pemilik lahan yang merasakan langsung dampak dari pendampingan tersebut. Kehadiran aparat dinilai mampu memberikan dorongan moril yang kuat bagi para kelompok tani untuk lebih serius dalam mengembangkan usaha pertanian mereka. Keakraban yang terjalin di lapangan menjadi modal penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

Melalui sinergi pertanian ini, kemandirian ekonomi masyarakat diharapkan dapat segera terwujud di wilayah Simpang Kiri. Pengelolaan pertanian yang serius diharapkan mampu menjadi motor penggerak roda ekonomi desa yang lebih stabil. Sinergi ini akan terus dipelihara sebagai bagian dari upaya kolektif memajukan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kota Subulussalam.

Rekomendasi Berita