Pancasila Sejalan dengan Prinsip Agama
- 14 Mar 2026 09:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pakar Sosiologi Politik UMY, Profesor Zuly Qodir menegaskan, Pancasila bukan ditujukan untuk mengganti keyakinan seseorang. Namun, pancasila justru menjadi panduan bersama bagi masyarakat Indonesia.
”Pancasila tidak akan mengubah agama seseorang,” katanya dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila Goes to Campus di UMY, Jumat, 13 Maret 2026. ”Pancasila adalah dasar negara yang menjadi panduan dalam hidup berbangsa dan bernegara.”
Nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila Pancasila, sangat sejalan dengan prinsip-prinsip universal dalam berbagai agama. Karena itu, tidak ada alasan untuk mempertentangkan Pancasila dengan keyakinan keagamaan masing-masing individu.
Menurut Zuly, keberadaan Pancasila menjadi faktor penting yang memungkinkan Indonesia tetap menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Berbagai agama, suku, dan latar belakang budaya berbeda hidup berdampingan.
”Nilai-nilai Pancasila tidak ada yang bertentangan dengan ajaran agama,” katanya. ”Justru nilai-nilai pancasila itu mengajarkan bagaimana manusia hidup saling menghormati, hidup rukun, dan menjaga persatuan,” imbuhnya.
Ia menilai, tanpa fondasi ideologis yang kuat seperti Pancasila, potensi konflik identitas di masyarakat bisa jauh lebih besar. Pancasila menjadi titik temu yang memungkinkan berbagai kelompok hidup bersama dalam satu negara.
Profesor Zuly yang juga Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY ini mengingatkan, generasi muda saat ini, menghadapi kompleksnya tantangan ideologi global. Seperti Ideologi transnasional, termasuk ekstremisme dan radikalisme.
”Ideologi global sangat mudah mempengaruhi cara pandang masyarakat,” ujarnya. ”Jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang kuat tentang nilai kebangsaan.”