Pesan Mendalam Sri Sultan di Hari Jadi DIY ke 271
- 14 Mar 2026 10:16 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi ke-271 DIY yang dipusatkan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Jumat, 13 Maret 2026. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai inspektur upacara dan diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemda DIY.
Dalam amanatnya, Sri Sultan mengawali pidato dengan mengajak seluruh peserta memanjatkan syukur kepada Allah SWT. Ia juga menyampaikan doa bagi seluruh masyarakat DIY, khususnya para ASN, agar senantiasa diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Menurutnya, pengabdian tersebut merupakan wujud nyata dari nilai luhur “hamemayu hayuning bawana” yang menjadi landasan moral dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta.
“Sesungguhnya, laku utama yang hendak kita capai itu menuntut kesatuan antara cipta, rasa, dan karsa, zikir yang berpadu dengan pikir. Oleh karena itu, dalam memperingati Hari Jadi Ke-271 Nagari Ngayogyakarta dengan semangat refleksi diri, Jumangkah Jantraning Laku (melangkah dan bertindak), hendaknya kita tempuh dengan penguatan cipta, rasa, dan karsa,” kata Sri Sultan.
Ia menjelaskan bahwa penguatan cipta, rasa, dan karsa mencerminkan pikiran yang jernih tanpa pamrih, rasa yang berlandaskan kejernihan nurani, serta kehendak yang mampu menahan godaan hawa nafsu. Semua itu, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menjalankan dharma pengabdian kepada nagari.
Sri Sultan juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Piwulang Sri Sultan Hamengku Buwono I sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kang utåmå tansah ulah ing sih, kadya rebab calempung lan syårå, sahing ngreré åjå kosèk, solah serepé patut, angyå lali anut ing suling, mangkånå ing sasmitå, enggèné andulu, yèn adoh lawan sih tembang, yèn na parek yitna awekasing westhi, dhateng ing panengeran”.
Sri Sultan menegaskan bahwa ajaran tersebut tidak hanya sekadar dipahami sebagai kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Maknanya, tuntunan hidup dalam keseharian, hendaknya menjadi tata nilai yang memberi daya. Tidak cukup sekadar memahami makna kata yang diucapkan, tetapi wajib mewujudkannya menjadi tembang kehidupan yang nyata, melalui langkah dan tindakan,” ujar Sri Sultan.
Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Sri Sultan Hamengku Buwono I yaitu Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh, yang kini menjadi dasar karakter Satriya dalam tata pemerintahan di DIY. Nilai ini menekankan pentingnya keteguhan, kesungguhan, kepercayaan diri, serta tidak mudah menyerah dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dengan memadukan karya dan perilaku yang selaras, Sri Sultan meyakini kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.
“Pada kesempatan ini, saya turut menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi DIY pada tahun ini, disertai doa dan harapan, semoga senantiasa memperoleh berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Peringatan yang diawali dengan doa dan rasa syukur, ibarat kidung kemuliaan yang dipersembahkan kepada Tuhan, sebagai ungkapan harap, atas limpahan kasih dan rahmat-Nya,” ucap Sri Sultan.
Di akhir amanatnya, Sri Sultan juga memanjatkan doa agar seluruh ikhtiar yang dilakukan pemerintah dan masyarakat mendapat ridha Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Semoga pula kita dianugerahi petunjuk-Nya, agar mampu menapaki jalan yang benar dalam upaya bersama memuliakan bangsa dan menjaga kejayaan budaya, demi terwujudnya keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Sri Sultan.
Upacara peringatan Hari Jadi ke-271 DIY ini turut dihadiri Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, jajaran Forkopimda DIY, serta para bupati dan wali kota se-DIY atau perwakilannya. Hadir pula para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.