Gagrak Ngayogyakarta Warnai Upacara Hari Jadi Ke-271 DIY

  • 13 Mar 2026 11:44 WIB
  •  Yogyakarta

Jumat pagi, 13 Maret 2026 langit Yogyakarta cerah. Busana adat Gagrak Nyayogyakarta yang dikenakan tamu undangan dan peserta upacara, menghadirkan nuansa khidmat sekaligus anggun, menandai peringatan hari jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tak hanya jajaran forkopimda DIY, upacara agung hari jadi ke-271 DIY juga dihadiri oleh ratusan ASN perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah DIY. Dalam suasana hening dan penuh penghormatan, mereka menyimak sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X selaku pembina upacara, yang menjadi bagian penting dalam upacara agung tersebut.

Peringatan itu tak sekadar seremoni tahunan. Tanggal 13 Maret menjadi penanda sejarah berdirinya Daerah Istimewa Yogyakarta, atau yang dikenal sebagai Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yang merupakan separuh wilayah Kerajaan Mataram.

Penetapan tanggal 13 Maret berkaitan dengan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755. Namun tanggal perjanjian itu tidak langsung dijadikan hari lahir Yogyakarta. Baru sebulan kemudian, tepatnya 13 Maret 1755, Kamis Pon, 29 Jumadil Awal Tahun Be 1680, Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I, memproklamasikan berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di Pesanggrahan Garjitowati. Momentum inilah yang kemudian diperingati sebagai hari jadi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di tengah jalannya upacara tersebut, juga menjadi refleksi bagi peserta upacara. ‘’Dengan ulangtahun Jogja ke-271 ini, Jogja lebih maju lebih modern, tanpa meninggalkan warisan-warisan tradisionalnya,’’ ucap Kepala Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah DIY, Danang Setiadi, S.I.P., M.T. kepada RRI, Jumat 13 Maret 2026.

Selain itu, hadir pula Fery Anggara yang mewakili TVRI Yogyakarta. Ia berharap keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat semakin diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. “Semoga semakin bisa mengimplementasikan keistimewaan di Daerah Istimewa Yogyakarta ini dalam konteks kesejahteraan masyarakat, serta memaknai kebudayaan bukan hanya dalam seni pertunjukan, tetapi juga dalam perilaku seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mampu merespons tantangan global saat ini,” ujarnya.

Hari Jadi DIY bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi pengingat bahwa keistimewaan Yogyakarta lahir dari perjuangan, nilai luhur, dan semangat kebersamaan. Dengan semangat Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku, diharapkan terus bersama-sama melangkah maju, menjaga warisan budaya, dan membangun masa depan DIY yang gemilang. Selamat Hari Jadi Ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta!

Rekomendasi Berita