Pakar UMY Bantah Klaim Tentang Kemungkinan Perang Dunia III
- 03 Mar 2026 23:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pakar Hubungan Internasional UMY Profesor Sidik Jatmiko meyakini, eskalasi konflik Iran-Amerika Serikat dan Israel tidak akan memicu Perang Dunia III. Sebab, Tiongkok dan Rusia tidak terlibat secara langsung dalam konfrontasi terbuka.
”Ini seperti permainan catur politik, dan semua langkah tentunya sudah diperhitungkan,” ujarnya di UMY, Selasa, 3 Maret 2026.
Dalam jangka pendek menurut Profesor Sidik, ketidakstabilan kawasan Teluk Persia menjadi dampak yang paling terasa akibat konflik yang terjadi. Dan tentu saja, situasi ini sangat berpotensi mengganggu jalur perdagangan dan distribusi energi secara global.
Namun, secara geopolitik, konflik ini merupakan fase konsolidasi hegemoni, daripada menuju ke awal perang besar dunia. Ia meyakini, Amerika Serikat sudah menghitung semua risiko.
”Secara geografis, Amerika Serikat adalah negara yang relatif paling aman,” ucapnya. ”Tidak ada kekuatan besar yang mampu menyerang wilayah utamanya secara langsung.”
Berbeda dengan negara-negara Eropa Barat yang memilih untuk lebih berhati-hati dalam menentukan sikap. Ini disebabkan kedekatan geografis dengan Timur Tengah serta risiko munculnya gelombang pengungsi maupun terorisme.
”Amerika jelas memiliki jarak strategis yang memberinya keleluasaan untuk bertindak lebih agresif,” ujarnya.