Pengendalian Hama Terpadu sebagai Solusi Atasi Hama Padi
- 30 Okt 2025 18:47 WIB
- Waykanan
KBRN, Way Kanan: Kementerian Pertanian (Kementan) RI kembali menekankan pentingnya pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sebagai strategi berkelanjutan dalam mengelola organisme pengganggu tanaman (OPT) pada padi. Prinsip ini mengedepankan keseimbangan ekologi dan mengurangi ketergantungan pada insektisida kimia.
"PHT merupakan pendekatan pengendalian yang memperhitungkan faktor ekologi, sehingga pengendalian dilakukan agar tidak terlalu mengganggu keseimbangan alami dan tidak menimbulkan kerugian besar," jelas Kementan dalam unggahan media sosialnya.
Konsep PHT ini tercermin dalam panduan komprehensif yang dibagikan Kementan. Sebelum merekomendasikan penggunaan insektisida, berbagai metode pencegahan dan pengendalian ramah lingkungan lebih diutamakan. Misalnya, pengendalian gulma dilakukan melalui pengolahan tanah yang sempurna, pengaturan air di petakan sawah, dan penggunaan benih bersertifikat untuk mengurangi kompetisi sejak dini.
Demikian pula dengan Walang Sangit. Petani didorong untuk mengendalikan gulma di sekitar sawah, melakukan pemupukan secara merata, dan menggunakan umpan dari bahan alami seperti ikan busuk sebelum akhirnya mempertimbangkan penyemprotan insektisida jika serangan sudah pada ambang ekonomi.
Pendekatan serupa diterapkan untuk penyakit, di mana penggunaan varietas tahan dan pengelolaan pupuk nitrogen yang tepat menjadi tulang punggung pencegahan penyakit Hawar Daun Bakteri dan Blast.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Kementan untuk memajukan pertanian Indonesia yang tidak hanya produktif, tetapi juga lestari dan berwawasan lingkungan, menjawab tantangan pertanian modern yang berkelanjutan.