Stabilkan Harga Bapok di Wamena, Bupati Jayawijaya Pimpin Operasi Pasar

  • 06 Mar 2026 21:37 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar Operasi Pasar yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini dilakukan oleh tim gabungan guna mengecek sekaligus menstabilkan harga serta ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Operasi pasar tersebut menyasar sejumlah lokasi perdagangan di Wamena, di antaranya pasar jibama, potikelek, misi, pasar sinakma, hingga kawasan jalan irian. Tim gabungan juga melakukan pengecekan di beberapa toko dan kios untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali serta stok barang tersedia bagi masyarakat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Jayawijaya, Lekius Yikwa, S.Pd., M.Si., kepada awak media menyatakan, bahwa operasi ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, serta memastikan pasokan aman, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan (HBK).

“Pemerintah daerah saat ini tengah berupaya menekan laju inflasi daerah, mencegah kelangkaan, dan memastikan harga terjangkau bagi konsumen,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam operasi pasar ini pemerintah daerah melalui Disnakerindag juga membangun kolaborasi bersama Perum Bulog Wamena dalam menjaga sinergitas ketersedian logistik dan POS Indonesia Wamena, untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dalam proses pendistribusian. “Ada beberapa komuditas yang menjadi fokus kami untuk melihat ketersediannya di pasaran, seperti beras SPHP, minyak goreng jenis minyakita, gula pasir, bawang putih, dan daging,” jelasnya.

Diakui kegiatan ini akan intensif dilakukan menjelang Ramadhan dan Idul fitri untuk mengantisipasi kenaikan harga musiman. Selain melakukan stabilisasi harga, tim gabungan juga menemukan sejumlah barang yang sudah tidak layak konsumsi di beberapa kios dan lapak pedagang, dimana barang-barang tersebut langsung diamankan dan dimusnahkan agar tidak lagi dijual kepada masyarakat.

“Kami bersama dinas terkait akan terus melakukan pemantauan di pasar-pasar guna memastikan peredaran barang tetap aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat,” tutupnya.

Rekomendasi Berita