Pemprov Tegaskan Pentingnya Penanganan Longsor Jalan Trans Papua
- 10 Feb 2026 23:08 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena : Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan pentingnya penanganan segera atas longsor yang melanda Jalan Trans Papua Wamena–Jayapura pada 7–8 Februari lalu. Pj Sekda Papua Pegunungan, Dr. Wasuok Demianus Siep, menyampaikan harapan agar Kementerian PUPR dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Papua–Papua Pegunungan segera turun tangan melakukan perbaikan dan melakukman upaya evakuasi kendaraan yang terjebak.
“Saya belum menerima laporan resmi, tetapi informasi yang kami terima benar adanya longsor di beberapa titik. Kami berharap pihak penanggung jawab segera melakukan upaya nyata di lapangan agar kendaraan yang terjebak bisa dikeluarkan, sehingga tidak menimbulkan korban,” ujar Sekda Wasuok pada Senin 9 Februari 2026
Ia menekankan bahwa Jalan Trans Papua Wamena–Jayapura bukan sekadar jalur transportasi, melainkan urat nadi perekonomian Papua Pegunungan. Jalur ini menjadi penghubung utama distribusi barang dari Jayapura ke berbagai kabupaten di pegunungan, selain jalur udara yang terbatas dan mahal. Dengan adanya jalan darat, biaya logistik dapat ditekan sehingga harga kebutuhan pokok lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Jalan ini sangat penting karena dapat menekan harga kemahalan yang terjadi di Papua Pegunungan. Oleh sebab itu, masalah longsor dan terjebaknya kendaraan harus segera diatasi dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Sekda juga mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat berdampak luas, mulai dari terhambatnya distribusi bahan pokok, meningkatnya harga barang, hingga potensi risiko keselamatan bagi para sopir dan penumpang yang terjebak.
“Kita berdoa bersama agar tidak ada korban jiwa. Saat ini data-data riil terkait lokasi longsor dan dampaknya terus dikumpulkan,” tambahnya.
Peristiwa longsor ini kembali menyoroti tantangan besar pembangunan infrastruktur di Papua Pegunungan. Jalan Trans Papua yang membelah pegunungan dengan kondisi alam ekstrem membutuhkan perhatian serius agar tetap kokoh menghadapi curah hujan tinggi dan potensi bencana alam. Keberlangsungan jalur ini bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan keterhubungan antarwilayah di Papua.