Pemkab Lamongan Upayakan Penanganan Banjir dengan Operasi Modifikasi Cuaca
- 11 Mar 2026 20:09 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengupayakan percepatan penanganan banjir yang hingga kini masih merendam sejumlah wilayah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat koordinasi lintas pemerintah melalui audiensi bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dan BMKG Provinsi Jawa Timur di Kantor BMKG Juanda Surabaya, Rabu, 11 Maret 2026.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memaparkan kondisi banjir yang masih terjadi di wilayah Lamongan sekaligus membahas langkah-langkah konkret penanganannya. Menurut Pak Yes sapaan akrabnya, banjir di Kabupaten Lamongan telah berlangsung sekitar empat bulan dan berdampak pada 44 desa yang tersebar di lima kecamatan.
Bahkan di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan masih mengalami peningkatan.
Ia menjelaskan, genangan air belum dapat surut secara maksimal karena aliran air dari wilayah terdampak tidak dapat mengalir keluar dengan lancar. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya muka air laut maupun Bengawan Solo yang masih lebih tinggi dibandingkan aliran sungai di kawasan tersebut.
“Air belum bisa keluar secara maksimal karena muka air laut dan Bengawan Solo masih tinggi. Ini yang menyebabkan genangan di beberapa wilayah belum juga surut,” ujarnya.
Sebagai salah satu upaya percepatan penanganan, Pemkab Lamongan juga mengajukan permohonan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di wilayah Lamongan, khususnya di kawasan yang masih mengalami genangan tinggi.
“Kami memohon arahan dan petunjuk agar modifikasi cuaca dapat dilakukan di Kabupaten Lamongan, khususnya di wilayah yang genangannya cukup tinggi, sehingga kondisi bisa segera membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” katanya.
Sementara itu, Kepala BMKG Provinsi Jawa Timur Taufiq Hermawan menjelaskan bahwa berdasarkan arahan Gubernur Jawa Timur, operasi modifikasi cuaca direncanakan mulai dilaksanakan pada 16 Maret mendatang sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.
Ia menambahkan, pelaksanaan modifikasi cuaca akan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang terus dipantau oleh BMKG. Jika kondisi memungkinkan, operasi tersebut juga akan dilakukan di wilayah Kabupaten Lamongan untuk membantu menekan intensitas curah hujan.
Di sisi lain, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BMKG menekankan pentingnya informasi cuaca yang akurat sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi dan penanganan bencana secara tepat dan terukur.
Melalui sinergi antara Pemkab Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BPBD, serta BMKG, diharapkan berbagai upaya percepatan penanganan banjir dapat segera terealisasi.