Menjelang Lebaran, Songkok Tuban Masih Diminati
- 11 Mar 2026 15:01 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Menjelang Hari Raya Idulfitri, kerajinan songkok dan udeng di Kabupaten Tuban masih menjadi pilihan masyarakat. Selain digunakan sebagai pelengkap busana, songkok juga memiliki fungsi penting bagi pria muslim saat menjalankan ibadah.
Salah satu perajin songkok di Tuban, Manaf (67), warga Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, masih terus memproduksi songkok di rumah produksinya yang diberi nama “Adem Ayem”. Ia mengaku, menjelang Lebaran tahun ini menerima pesanan sekitar 300 buah songkok.
Jumlah tersebut sedikit mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski demikian, Manaf menegaskan bahwa peningkatan yang tidak cukup signifikan itu bukan berarti minat masyarakat terhadap songkok menurun.
Hal ini karena sebagian produknya telah dipasarkan melalui sejumlah kios penjualan di berbagai lokasi, sehingga pembelian menjadi lebih merata.
“Kalau jumlah pesanan khusus untuk hari raya memang ada sedikit peningkatan. Tapi barang yang kami titipkan di kios-kios juga tetap ada pembeli setiap hari,” ujar Manaf, Rabu 11 Maret 2026.
“Kalau jumlah pesanan khusus untuk hari raya memang menurun. Tapi barang yang kami titipkan di kios-kios juga tetap ada pembeli setiap hari,” ujar Manaf, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, produk songkok buatannya tidak hanya dijual langsung dari rumah produksi, tetapi juga dipasarkan di sejumlah titik di Kabupaten Tuban, termasuk di pusat perbelanjaan. Bahkan, beberapa produknya juga tersedia di Bandara Juanda, Jawa Timur.
Menurutnya, keberadaan wisata religi di Tuban turut membantu pemasaran produknya. Banyak peziarah yang datang ke makam Sunan Bonang maupun wisatawan yang berkunjung ke Tuban membeli songkok sebagai oleh-oleh.
“Alhamdulillah pembeli selalu ada, termasuk peziarah makam Sunan Bonang maupun wisatawan yang datang ke Tuban,” tambahnya.
Dalam produksinya, Manaf membuat beberapa jenis songkok, mulai dari songkok bludru hitam yang dikenal sebagai songkok nasional, songkok berbahan batik Tuban, hingga songkok model Cheng Ho yang memadukan batik Tuban di bagian atas dengan kain hitam di bagian samping.
Dari berbagai jenis tersebut, songkok bludru hitam masih menjadi yang paling banyak diminati oleh pembeli. “Yang paling banyak dipesan tetap yang hitam atau songkok nasional. Tapi kami juga bisa membuat sesuai permintaan, termasuk tinggi songkoknya sesuai keinginan pembeli,” jelasnya.
Harga songkok yang ditawarkan pun bervariasi. Songkok bludru hitam dijual mulai Rp30 ribu hingga Rp75 ribu, sedangkan songkok berbahan batik gedog Tuban dibanderol mulai Rp75 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung bahan dan tingkat kerumitan pembuatannya.
Pelanggan songkok buatan Manaf tidak hanya berasal dari Tuban, tetapi juga dari berbagai daerah lain. “Beberapa waktu lalu kami juga menerima pesanan songkok batik dari Brebes, Kudus, dan Yogyakarta. Produk kami pun bisa digunakan semua kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua,” ungkapnya.
Salah satu pembeli, Basri (35), mengaku sengaja membeli songkok di tempat tersebut untuk persiapan Hari Raya Idulfitri. Ia membeli dua songkok yang akan digunakan oleh suami dan anaknya.
“Kalau cari songkok saya biasanya beli di sini. Sekarang saya beli dua, untuk suami dan anak saya supaya dipakai saat hari raya,” ujarnya.
Hal serupa juga dilakukan Mia (25). Ia membeli songkok sebagai hadiah untuk a ayahnya agar dapat dikenakan saat Salat Idulfitri. “Ayah saya selalu memakai songkok, jadi sekalian saya belikan di sini,” katanya.