Korban Bencana Mohon Dinas Teknis Rehabilitasi Rumah Dampak Angin Kencang
- 09 Mar 2026 14:10 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Korban Rumah Rusak Akibat Terjangan Angin, Ibu Selpiana Kudubun kepada rri.co.id mengaku, dampak angin kencang, rumahnya kini hancur dan tak dapat dihuni dalam kondisi rusak para, Senin (9/3/2026).
“Iya, peristiwa yang terjadi jam 9 pagi. Saya duduk dengan pangku adik kecil di dapur, pas angin pertama, daun seng sudah tabuka.Angin kedua, langsung terangkat semua, sementara anak Roma, berdiri goreng telur supaya kita mau sarapan, tiba-tiba atap rumah semua lepas”, kata Kudubun.
Kejadian ini menimpa Rumah Septiana Kudubun yang berlokasi di kompleks Un Jalan Taar Baru Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual yang kondisinya rusak berat akibat terjangan angin, yang membutuhkan uluran tangan Pemerintah, terhadap musibah yang dihadapi.
Kudubun menjelaskan, saat kerangka bumbungan rumah disertai atap seng yang terangkat dan terhempas ke bagian barat rumah menutupi ruas jalan yang sering dilewati warga, yang sebelum kejadian dirinya bersama sang cucu tengah mempersiapkan sarapan pagi area dapur yang lolos dari amukan angin tersebut.
Kudubun minta Pemerintah Kota Tual , melalui BPBD dapat melakukan identifikasi dan membantu renovasi rumah itu, mengingat kondisi cuaca ekstrem dan sangat berbahaya, ketika saat ini rumah tak lagi memiliki penopang / untuk melindungi mereka saat hujan maupun panas yang terjadi.
“Mereka bilang, Ibu, itu kan untuk menunggu proposal, karena mengingat Bapak Wali Kota sementara dalam proses penyembuhan, jadi mungkin agak sedikit lama. Belum tau juga kapan, kalau kita mau supaya kita punya anggaran untuk menutup rumah, itu nanti kita sendiri, nanti kwitansi dari pembelian harga itu, nanti kita sertakan, nanti mereka pulihkan”, ucap Kudubun.
Kudubun memohon kepada Pimpinan Daerah dan Pejabat yang berkompeten, untuk menanggapi musibah ini dan membutuhkan uluran tangan Pemerintah agar dapat meringankan derita yang dialami.
“Saya harap supaya, kalau bisa, Bapak bisa bantu kami, karena, apa, yang model begini ini, musibah tiba-tiba ini kita juga terbeban, jadi kita mau bikin bagaimana, jadi, kalau bisa, Bapak bantu kita”, ujar Kudubun dengan perasaan haru.
Kudubun menambahkan, rumah sebagai tempat berteduh maupun kebutuhan primer selain kebutuhan sandang dan papan mampu diwujudkan pada proses rehabilitasi maupun evakuasi pemilik rumah, yang saat ini masih sedih akibat bencana yang menimpa mereka.
Sementara itu informasi terkait respon positif dinas teknis, saat 1 jam setelah terjadinya bencana ini, Petugas dari BPBD Kota Tual, turun langsung dan memantau kejadian itu serta melakukan identifikasi di rumah korban.
“Ada arahan dari petugas jika renovasi rumah dapat dilakukan mandiri, menunggu Petunjuk dari pimpinan daerah yang ditindaklanjuti melalui laporan sehingga akomodasi kebutuhan material untuk rehabilitasi rumah, dapat disampaikan berdasarkan, nominal pembelanjaan bahan, juga dimasukan sebagai pertanggungjawaban/ dan dipulihkan kembali untuk keluarga korban bencana alam “, katanya.