Penetapan Retribusi di Pasar Maren Merujuk pada Perda

  • 05 Mar 2026 20:55 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Staf Dishub Kota Tual, Kifli Rubrusun kepada rri.co.id menjelaskan, estimasi pendapatan asli daerah dari retribusi warga di Pasar Maren Kota Tual, masih jauh dari harapan, juga dampak sirkulasi ekonomi yang belum maksimal dan pendapatan Masyarakat di Bulan Ramadan, Kamis (5/3/2026).

Dikatakan, penerapan Perda Kota Tual Nomor 1 tahun 2024 terkait pajak dan retribusi di areal Pasar Tual, terkendala sehubungan dengan penetapan tarif Rp. 3000 yang belum dipahami sepenuhnya masyarakat.

“Padahal pajak kendaraan ini untuk pembangunan daerah dan masih banyak yang menentang, namun sebagai petugas menjelaskan, jika terdapat keberatan dari pengunjung, dapat dikonfirmasi ke pihak yang berkompeten dalam hal ini Pemkot”, tegasnya.

Rubrusun menambahkan, selama 3 Tahun bertugas di lapangan, masih minimnya kesadaran masyarakat untuk menyetor retribusi parkir dan terkadang bervariasi, misalkan diberikan uang Rp. 1000 dan Rp.2000 saat ingin meninggalkan Pasar usai berbelanja.

“Kalau selama bulan Ramadan ini, akses untuk orang keluar masuk nyaman. Penyamanan juga dari unsur Kepolisian dan Satpol PP, jadi sangat aman”, ujarnya.

Rubrusun selama menjalankan tugas, pantauan situasi keamanan dan akses ekonomi di areal Pasar dan lancar di Bulan Suci Ramadan memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat yang datang membeli kebutuhan pokok.

Menyangkut kebersihan Pasar, kata Rubrusun sangat bersih, lewat operasional Dinas DLHK Kota Tual, yang tetap menjaga kebersihan dan keindahan di Pasar Maren.

Dia mengkalkulasi pendapatan dari jumlah pengunjung dari total Kupon retribusi per 3 hari habis diberikan ke pengunjung, namun alternatif yang sering ditemui hanya mencapai Rp. 150.000 hingga Rp.200.000 dari penagihan parkir. Nilai terendah yang terkadang diperolenya hanya mencapai Rp.70.000 hingga Rp.80.000 dari setoran pengunjung.

Rubrusun berharap, adanya perubahan mind set masyarakat untuk menyadari akan pentingnya pajak dan retribusi bagi pembangunan Bumi Maren kedepan.

Rekomendasi Berita