Indonesia Perkuat Kerjasama dengan Tiongkok

  • 06 Jun 2025 04:38 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Menteri Koordinator Bidang Infrastrukur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) , mendapat penugasan dari Presiden Prabowo, untuk mengantar kepulangan Premier Tiongkok, Li Qiang, di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Menurut Menko AHY kunjungan Premier Li ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan bilateral dan kolaborasi yang dilandasi semangat saling menghormati dan menguntungkan bagi kedua negara.

Dimana Momen bersejarah ini tentu semakin menumbuhkan optimisme kerja sama dan persahabatan Indonesia–Tiongkok yang semakin erat dan strategis ke depan.

Selain membahas proyek tanggul laut raksasa, AHY juga menyinggung kerja sama strategis antara Indonesia dan China dalam proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh. Menurutnya, proyek ini telah membawa dampak positif, seperti mempercepat mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di koridor Jakarta-Bandung.

Dengan keberhasilan tersebut, AHY menilai perluasan jalur kereta cepat hingga Surabaya merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas nasional.

“Ekspansi koridor kereta cepat Jakarta–Surabaya akan menjadi katalis bagi integrasi ekonomi di Pulau Jawa serta mempercepat pertumbuhan wilayah yang dilalui,” katanya.

AHY juga mendorong kerja sama Indonesia-China dalam transisi energi menuju energi terbarukan, sekaligus minta China dapat berkontribusi dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, tenaga angin, hingga teknologi penyimpanan energi di Indonesia.

Selain itu, AHY melihat potensi kerja sama di sektor industri nikel dan produksi baterai kendaraan listrik. Mengingat Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar kedua di dunia, kolaborasi dengan China yang unggul dalam teknologi baterai dapat mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional.

“Indonesia berkomitmen mencapai Net Zero Emissions pada 2060 serta meningkatkan porsi energi terbarukan dalam jaringan listrik nasional. China, sebagai pemimpin global dalam teknologi energi bersih, dapat memainkan peran penting dalam transisi energi Indonesia,” tutupnya.

Rekomendasi Berita