Konflik Personal Jangan ditarik Jadi Konflik antar Kampung

  • 10 Mar 2026 18:29 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam melakukan kunjungan kerja ke Kota Tual untuk meresmikan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) melalui program DAK Tematik Tahun Anggaran 2025 menyinggung beberapa konflik yang terjadi di Wilayahnya.

Dalam kesempatan itu, Hendrik Lewerissa menyinggung konflik yang kerap terjadi di wilayah Maluku. Menurutnya, banyak konflik bermula dari persoalan pribadi antar pemuda yang dipicu oleh kebiasaan buruk menkonsumsi alkohol hingga berujung perkelahian.

Ia menjelaskan bahwa konflik kecil tersebut sering kali berkembang menjadi konflik yang lebih besar antar kampung. Karena itu, ia berharap setiap permasalahan yang muncul dapat diselesaikan secara baik-baik tanpa harus memicu pertikaian yang lebih luas.

"Beberapa konflik terjadi karna beberapa faktor penyebab, ada yang disebabkan karna pengaruh miras (minuman keras), anak-anak muda mabok lalu bakalai, lalu akar persoalan pribadi akan bergeser menjadi persoalan kampung. Persoalan yang sifatnya personal ditarik menjadi persoalan orang banyak, apa-apaan ini?, kita sudah hidup di abad 21 sebentar lagi sudah masuk abad 22", kata Hendrik Lewerissa.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti persoalan kepemilikan tanah yang kerap menjadi sumber konflik di masyarakat. Menurutnya, sengketa lahan sering terjadi karena belum adanya kepastian hukum atas kepemilikan tanah.

Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong program sertifikasi tanah sebagai upaya mempercepat legalitas kepemilikan lahan bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat meminimalisir potensi konflik serta memberikan kepastian hukum bagi pemilik tanah.

Rekomendasi Berita