Kominda Malut Perkuat Stabilitas jelang Nyepi dan Idul Fitri 1447

  • 13 Mar 2026 17:50 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Komite Intelijen Daerah (Kominda) Provinsi Maluku Utara menggelar rapat koordinasi lintas sektoral guna mengantisipasi berbagai potensi permasalahan sekaligus memperkuat stabilitas keamanan dan ekonomi menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun 1948 Saka dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di Bella Hotel, Ternate, Jumat 13 Maret 2026, dengan melibatkan unsur pengamanan kewilayahan dan pemerintah daerah untuk membahas perkembangan kondisi ekonomi, situasi keamanan, serta pelaksanaan sejumlah program pembangunan di wilayah Maluku Utara.

Sekretaris Kominda Maluku Utara, Amin Zakaria, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal dalam menjaga stabilitas daerah.

“Menjelang perayaan Nyepi 1948 Saka dan Idulfitri 1447 H, unsur pengamanan kewilayahan bersama pemerintah daerah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral guna membahas perkembangan kondisi ekonomi, situasi keamanan, serta pelaksanaan sejumlah program pembangunan di wilayah Maluku Utara,” ujar Armin kepada rri.co.id.

Menurut Amin, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat koordinasi antarinstansi agar stabilitas daerah tetap terjaga serta memastikan berbagai program pemerintah dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi dalam menjaga stabilitas daerah serta memastikan berbagai program pemerintah dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, menjelang perayaan hari besar keagamaan biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang diikuti dengan lonjakan kebutuhan bahan pokok. Kondisi ini membutuhkan langkah antisipatif dari seluruh pihak.

“Menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri Tahun 2026 diperkirakan akan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat serta lonjakan permintaan kebutuhan pokok,” ucapnya.

Selain itu, kata Amin, pada tahun ini perayaan Nyepi juga bertepatan dengan malam takbiran Idulfitri yang dilaksanakan oleh sebagian umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah.

Karena itu, lanjutnya, diperlukan langkah antisipatif melalui penguatan pengamanan arus transportasi, pengawasan distribusi bahan pokok, serta koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat.

“Kondisi tersebut memerlukan langkah antisipatif melalui penguatan pengamanan arus transportasi, pengawasan distribusi bahan pokok, serta koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah program pemerintah yang masih berjalan, seperti program Makan Bergizi Gratis, layanan kesehatan bagi peserta didik, serta berbagai program pembangunan desa yang telah menjangkau ribuan penerima manfaat di berbagai wilayah Maluku Utara.

Meski demikian, pelaksanaan program-program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan logistik, kondisi geografis wilayah kepulauan, serta kebutuhan peningkatan sumber daya manusia, terutama pada momentum bulan Ramadan.

Selain itu, dalam isu kesehatan masyarakat, rapat juga menyoroti kasus HIV/AIDS yang ditemukan di beberapa wilayah di Maluku Utara.

“Kasus HIV/AIDS di beberapa wilayah Provinsi Maluku Utara mengindikasikan perlunya sinergi penguatan layanan kesehatan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pelibatan tokoh masyarakat adat dan agama dalam upaya pencegahan dan penanganannya,” ujar Amin.

Rekomendasi Berita